Dituding Gugat Cerai Istri Demi Perempuan Lain, Begini Curhatan Abdee Slank

Abdee Slank
Foto : Instagram

Abdee Slank Foto : Instagram

POJOKSUMUT.com, KASUS dugaan perselingkuhan  gitaris band Slank, Abdi Negara Nurdin atau yang akrab disapa Abdee Slank sedang viral menjadi konsumsi publik.

Pria kelahiran 1968 tersebut dituding menggugat istrinya Anita hanya demi seorang perempuan muda yang saat ini diduga sedang hamil. Perempuan yang kemudian dikenal sebagai vokalis band yang diorbitkan Abdee tersebut dicap sebagai pelakor alias pencuri laki orang.

Abdee juga  tak kalah dihujat, lantaran baru saja sembuh dari gagal ginjal malah muncul dengan berita tersebut.

Tak ingin berita semakin berkembang, Abdee memberikan klarifikasi panjang via akun Instagramnya, Senin (5/3/2018) siang.

Dia mengungkap kronologis bagaimana kondisi rumah tangganya yaang sudah lama tidak harmonis sehingga berujung pada gugatan cerai. Dia juga mengklaim perempuan bernama Tashea tidak ada sangkut pautnya dengan gugatan cerainya.

Abdee mengunggah tujuh slide foto berisi kalimat klarifikasi lengkap.

“Ini soal gugatan perceraian saya agar tidak ada lagi simpang siur berita yang tidak akurat. Agar tidak ada lagi orang yang tidak bersalah ikut jadi tersakiti,” tulisnya pada slide pertama.

“Pertama-tama saya ingin sampaikan Anita adalah seorang wanita yang baik dan ibu yang baik bagi Alanis anak kami tercinta. Gugatan perceraian yangs aya ajukan semata-mata karena perbedaan prinsip dan perbedaan pandangan hidup di antara kami berdu yang sangat mendasar dan sudah berlangsung lama. Bukan karena kekurangan atau kesalahan Anita dan bukan pula karena tekanan atau desakan wanita lain, dalam hal ini adalah Tashea seperti yang ramai disebut dalam berbagai pemberitaan,” ungkapnya.

Gugatan perceraian yang diajukan, lanjut Abdee bukanlah hal yang muncul tiba-tiba. Ini adalah ujung dari proses panjang ketidakharmonisasn rumah tangganya dan Anita.

“Kami coba bertahan demi putri kami Alanis yang sanat kami cintai. Namun, permasalaha rumah tangga yang kami alami memang sangat rumit. Akhirnya sejak sekitar tahun 208, kami mlai tidak melakukan hubungan dan berkomunikasi seperti seharusnya suami-istri dan kemudian berujung pisah ranjang,” lanjutnya.

Dalam masa itu, kata Abdee sudah banyak upaya yang mereka berdua coba lakukan demi mempertahankan rumah tangga. Tapi tetap tidak berhasil hingga beberapa kali akhirnya terucap kata cerai.

Puncaknya pada tahun 2013, beberapa lama setelah dirinya divonis gagal ginjal kronik, yang menurut dokter akibat darah tinggi yang memburuk dipicu stres. Saat itu hubungannya dengan istri makin tidak harmonis. “Jurang perbedaan mkin melebar. Akhirnya dengan berat hati, walaupun dalam keadaan sakit, demi kebaikan bersaam saya memutuskan untuk berpisah dan memilih hidup sendiri,” ungkapnya.

Namun, keduanya etap terlihat masih rukun di mata keluarga dan teman-teman. Karena selain setiap Minggu, dia berusaha menemui putrinya, setiap acara keluarga, acara teman-teman atau liburan, Abdee dan Anita selalu berusaha hadir bersama. Menurutnya, hanya putri mereka dan beberapa keluarga dekat yang tahu keadaan sebenarnya dan kalau mereka sudah pisah rumah.

Ternyata, dia menyadari berpura-pura rukun hanya demi mempertahankan status pernikahan tidak membuat hubungan jadi lebih baik. Malah jadi tidak sehat, karena memang tidak ada kecocokan lagi diantara keduanya. Memaksakan diri untuk tetap bersama hanya berbuah jadi saling melukai dan otomatis berdampak buruk bagi putri mereka.



loading...

Feeds