Oknum Polisi Itu Membantah Ada di Lokasi Saat Pengunjung Karaoke D’Zone Tewas

ilustrasi
Pixabay

ilustrasi Pixabay

POJOKSUMUT.com, SIDIMPUAN-Keterlibatan oknum polisi di lokasi tewasnya pengunjung Karaoke D’Zone, Padangsidimpuan, Kamis (1/3/2018) lalu terus diusut. Namun, kabar teranyar CJP, oknum perwira Polres Kota Padangsidimpuan yang namanya disebut-sebut membantah.

“Kalau pas kejadian itu (tewasnya IL) saya tidak ada di sana,” ungkap CJP, seperti dilansir Metro Tabagsel (grup Pojoksumut).

Namun, CJP tidak membantah kalau ia mengenal IL, pria paruh baya yang tewas dengan tubuh membiru dari room 3 Karaoke D’Zone itu.

Pasalnya, kata perwira berpangkat balok tiga ini, sebelumnya, ia masih sempat bertemu dengan almarhum di ruangannya. Saat itu, almarhum mengajaknya untuk bertemu dengan seseorang berinisial B, yang diakui CJP merupakan TO pimpinannya (Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya).

“Sebelumnya dia masih sempat menemui saya di ruangan saya (kantornya) dan mengajak saya bertemu dengan B****, katanya mau nagih utang. Tapi saya tolak, karena si B**** itu TO (Target Operasi) Kapolres,” ungkapnya.

Ketika kembali ditanyakan, apakah saat kejadian CJP ada di Karoeke D’Zone, lagi-lagi mantan KBO Satreskrim Polres Kota Padangsidimpuan ini membantahnya. Namun ia mengaku, sebelum kejadian ada datang ke Karaoke D’Zone untuk memonitor.

Hal itu, katanya, atas perintah Kapolres paska ditemukannya peredaran narkoba dan penyegelan beberapa tempat hiburan malam yang menyalahi aturan.

“Kalau di D’Zone saya memang ada. Tapi saat kejadian tidak. Dan itu untuk memonitor tempat hiburan malam, atas perintah Kapolres setelah ada tempat hiburan yang disegel,” pungkasnya.

Sementara itu, kematian IL, Warga Desa Huraba, Kecamatan Batang Angkola, Tapsel masih menjadi perbincangan warga.

“Polisi harus ungkap, apa penyebab kematiannya. Apalagi almarhum tewas dengan tubuh membiru. Apakah itu di dalam karaoke atau setelah dari karaoke, yang pasti ada penyebabnya,” ungkap A Nasution, salah seorang warga yang berharap kematian almarhum diketahui apa penyebabnya.

“Kita pun tahu sama tahu lah, kalau sudah larut malam apalagi sampai dini hari, apalah aktivitas di dalam room karaoke itu. Yang pasti kita berharap pihak kepolisian bisa mengusutnya. Dan kepercayaan publik kepada polisi bisa dibangun kembali,” tukasnya. (yza/Mtab/jpg/nin)



loading...

Feeds

27 Juni Bakal Jadi Libur Nasional

Menkopolhukam Wiranto menuturkan usulan menjadikan 27 Juni sebagai hari libur nasional datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU)