JR Saragih-Ance Selian Menang Gugatan, Begini Komentar KPU Pusat

Pasangan JR Saragih-Ance Selian
Foto : syaifullah/pojoksumut

Pasangan JR Saragih-Ance Selian Foto : syaifullah/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera akan melakukan verifikasi berkas pencalonan JR Saragih Saragih dengan pasangannya Ance Selian agar kembali bisa bertarung dalam Pilgub Sumut.

Artinya KPU tetap menindaklanjuti putusan Bawaslu Sumut. Yaitu, mendampingi JR Saragih yang diperintahkan untuk melegalisir ijazah SLTA-nya.

Sebagaimana diketahui, Bawaslu Sumut melalui sidang adjudikasi sebelumnya mengabulkan sebagian gugatan sengketa Pilkada yang diajukan pasangan JR Saragih-Ance Selian. Pasangan ini mengajukan gugatan setelah digugurkan KPU Sumut akibat dianggap tidak memenuhi syarat (TMS).

Keputusan itulah yang dianulir Bawaslu dan memerintahkan JR Saragih melakukan legalisasi ulang fotokopi ijazah sekolah menengah atas (SMA) milik JR Saragih, ke instansi berwenang, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, terkait tata cara legalisasi ijazah. JR akan didampingi KPU dan Bawaslu Sumut.

JR Saragih diminta menyerahkan dokumen fotokopi ijazahnya dengan tanda terima khusus dan menuangkannya ke dalam berita acara, paling lama tujuh hari kerja sejak putusan dibacakan, Sabtu (3/3) lalu.

Di sisi lain, Komisioner KPU Pusat, Hasyim Asyari merasa ada sedikit kejanggalan pada perintah Bawaslu Sumut tersebut.

Pasalnya, saat klarifikasi soal ijazah JR Saragih ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta, beberapa waktu lalu, Bawaslu Sumut ikut mendampingi KPU Sumut dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan.

“Pertanyaannya, kalau fungsi pengawasan sudah dilakukan, apa tidak dipertimbangkan (oleh Bawaslu Sumut, red) ketika mengambil keputusan, sebagai lembaga adjudikasi,” ujar Hasyim di Jakarta, Senin (5/3/2018).

Menurut Hasyim, secara logika, Bawaslu Sumut seharusnya memiliki data terkait hasil verifikasi dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta soal ijazah JR Saragih. Namun anehnya, hal tersebut terkesan tidak dipertimbangkan pada adjudikasi sengketa Pilkada.

“Pasti Bawaslu Sumut punya data juga toh. Wong mereka juga datang, surat klarifikasi yang diterima sebagaimana yang saya ketahui dari laporan KPU Sumut, barangnya sama yang diberikan kepada KPU dan Bawaslu sumut,” ucapnya.(ger/boy/jpnn/nin)



loading...

Feeds