Medan Catat Deflasi 0,96 Persen, Tertinggi di Indonesia

ilutrasi
pixabay

ilutrasi pixabay


POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kota Medan mencatatkan angka deflasi tertinggi dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) seluruh Indonesia pada Ferbruari 2018.
Deflasi yang tercatat sebesar 0,96 persen secara bulanan (month to month).

Kepala Bidang Distribusi Badan Pusat Statistik Sumaatera Utara, Bismark Sitinjak menyebutkan, deflasi sebesar 0,96 persen terjadi penurunan indeks dari 138,14 pada bulan Januari 2018 menjadi 136,82 pada bulan Februari 2018. Angka deflasi tersebut karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran.

“Dari tujuh indeks kelompok pengeluaran, dua di antaranya yang paling anjlok yaitu kelompok bahan makanan (-4,05 persen) dan kelompok transportasi, komunikasi serta jasa keuangan (-0,29 persen),” kata Bismark di Medan baru-baru ini.

Disebutkannya, kelompok bahan makanan yang mengalami penurunan harga memberikan andil deflasi sebesar 1,05 persen. Sedangkan, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,06 persen.

Ia menuturkan, kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar 4,05 persen merupakan dari 11 subkelompok. Dari 11 subkelompok tersebut, 8 di antaranya mengalami deflasi dan 3 mengalami inflasi.

Subkelompok yang mengalami deflasi, yaitu daging dan hasil-hasilnya (2,87 persen), ikan segar (0,88 persen), ikan diawetkan (0,81 persen), telur, susu dan hasil-hasilnya (0,17 persen), sayur-sayuran (2,46 persen), kacang-kacangan (0,82 persen), bumbu-bumbuan (16,97 persen) dan lemak serta minyak (0,21 persen). Sementara, subkelompok yang mengalami inflasi, padi-padian, umbi-umbian dan hasil-hasilnya (0,77 persen), buah-buahan (0,26 persen) dan bahan makanan lainnya (0,54 persen).

“Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi, antara lain cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, dencis, bawang merah, sawi hijau, dan kembung/gembung. Sedangkan komoditas lainnya seperti bawang putih, beras, mie kering instan, daun singkong, udang basah, semangka dan cumi-cumi menyumbang inflasi,” beber Bismark.

Dia melanjutkan, untuk kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi sebesar 0,29 persen pada subkelompok transportasi sebesar 0,41 persen. Sedangkan, subkelompok lainnya menyumbang inflasi.

“Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen terhadap inflasi Kota Medan, adalah angkutan udara. Sedangkan komoditas yang memberi sumbangan inflasi, yaitu mobil, bensin, dan helm,” paparnya.

Ditambahkan Bisrmark, seluruh kota IHK di Sumut selain Medan juga mengalami deflasi. Kota di Sumut tersebut ialah Sibolga 0,50 persen, Pematangsiantar 0,58 persen dan Padangsidimpuan 0,58 persen.

“Pada bulan Februari 2018 Sumut mengalami deflasi sebesar 0,89 persen,” imbuhnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds