Begini Alasan Kapolda Sumut Terkait Jemput Paksa Dua Wartawan yang Memberitakannya

Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw.
foto : nin/pojoksumut

Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw. foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Paulus Waterpauw menyatakan bahwa pemberitaan yang dimuat media online sorotdaerah.com terlalu tendensius.

“Dia itu guru, dan memunculkan berita tersebut sangat tendensius, subyektif serta tidak ada dasar faktanya. Seakan-akan, institusi kita itu sedang hancur lebur dan kacau balau,” ujar Paulus ketika diwawancarai di Medan, Rabu (7/3/2018) sore tadi.

Ia menyebutkan, dalam pemberitaan itu seolah-olah dirinya ada hubungan dengan terduga penipuan yang disebut-sebut berinisial M.

“Masak dia sebutkan ada hubungan Kapolda dengan Mujianto, dari mana dia tahu? Saya aja baru ketemu dengannya baru dua kali, kalau tidak salah sewaktu acara pengobatan katarak di rumah sakit kawasan Tebingtinggi dan kegiatan pemberian bantuan terhadap anggota Brimob yang rumahnya menjadi korban kebakaran,” kata mantan Kapolda Papua ini.

Ditegaskannya, sebelum menghadiri acara itu, ia diberi tahu ada penyerahan dari Budha Tsu Chi. Namun, tidak tahu kalau Mujianto juga hadir.

“Kasus ini ditangani Direktorat Reskrimsus dan masuk dalam kategori Model A. Penyidik yang langsung menindaklanjuti dan saya tidak ada membuat laporan resmi,” cetus Paulus.

Dia menambahkan, dalam kasus ini satu orang (Lindung Silaban) telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka.

“Berita yang dibuatnya masuk ke dalam pidana yakni unsur pencemaran nama baik dan institusi (Polri), serta juga hoax atau tidak benar,” pungkasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

27 Juni Bakal Jadi Libur Nasional

Menkopolhukam Wiranto menuturkan usulan menjadikan 27 Juni sebagai hari libur nasional datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU)