Maraknya Tempat Hiburan Bebas Pelajar, Kopaja Tuntut Tiga Karaoke Ini Ditutup

Demo yang digelar Kopaja di depan Kantor Dinas Perizinan Kota Tanjungbalai, Jumat (9/3/2018)
Foto : Taufik/pojoksumut

Demo yang digelar Kopaja di depan Kantor Dinas Perizinan Kota Tanjungbalai, Jumat (9/3/2018) Foto : Taufik/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI-Komunitas Parlemen Jalanan Kota Tanjungbalai (Kopaja) gelar demo dimulai dari Bundaran PLN hingga Dinas Perizinan Kota Tanjungbalai, Jumat (9/3/2018).

Ini merupakan reaksi dari hasil razia Polres Tanjugbalai beberapa hari lalu di tempat hiburan (Karaoke Symphoni, Karaoke K2 dan Karaoke Mycro), ditemukan banyak pelajar yang tertangkap di dalamnya. Massa mengingatkan pihak terkait untuk menutup tempat-tempat hiburan karaoke tersebut.

Tuntutan tersebut guna mengantisipasi terjadinya hal-hal buruk yang dialami oleh generasi muda khususnya pelajar di Kota Tanjungbalai seperti mengalami degradasi moral yang akan merusaknya cara berpikir, juga moralitas yang tanpa sadar dilakukan oleh para pengusaha tempat hiburan karaoke yang ada di Kota Tanjungbalai.

Nazmi Hidayat Sinaga (25), Ketua Koordinator Aksi Kopaja menjelaskan merebaknya lokasi hiburan (karaoke) dengan menawarkan harga yang sangat murah pada pagi hari telah mengincar dan memicu para pelajar untuk mencoba menikmati fasilitas yang disediakan oleh para pengusaha karaoke.

“Sehingga banyak pelajar yang sengaja bolos pada saat jam belajar. Di samping itu pihak pengusaha juga dengan sengaja tidak melarang masuknya pelajar demi meraup keuntungan yang sangat besar,” kata Nazmi.

Dia menambahkan hal tersebut terjadi karena tidak adanya pantauan dari Pemerintah Kota Tanjungbalai, baik Dinas Pendidikan atau Dewan Pendidikan dan Satuan Polisi Pamong Praja serta Dinas Perizinan Kota Tanjungbalai terhadap tempat hiburan Karaoke tersebut. “Ini sangat menghawatirkan. Bahwa hal itu bisa saja dapat memicu para pengedar dan bandar Narkoba menjajakan barang haramnya di tempat tersebut dengan sasaran konsumennya para pelajar,” bebernya.

Apalagi, saat razia kemarin, terdapat tujuh pengunjung di karaoke ternyata positif Narkoba.
Nazmi menyesalkan sikap lamban pemerintah daerah. Apalagi, Kopaja pernah audensi kepada Kepala Dinas Perizinan Kota Tanjungbalai, terkait banyaknya pelajar yang bolos sekolah dan menuju tempat hiburan tersebut (Karaoke). “Tetapi sampai saat ini belum ada tindakan kongkrit dari Pemko Tanjungbalai melalui Dinas Perizinan terkait melakukan evaluasi terhadap tempat hiburan tersebut,” tukasnya.

Untuk itu, Kopaja meminta Wali Kota melalui Dinas Perizinan meninjau ulang izin usaha dari tempat-tempat hiburan karaoke, bila perlu mencabut izin usahanya karena tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Dan meminta DPRD selaku wakil rakyat segera mengambil sikap tegas dalam menyelamatkan dunia Pendidikan dari degradasi moral di era globalisasi khususnya dampak pengaruh Narkoba. Serta meminta Wali Kota Tanjungbalai mencopot kepala Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, Kepala Dinas Perizinan dan Plt Kepala Dinas Satpol PP karena terkesan menutup mata terhadap banyaknya tempat hiburan karaoke yang merusak generasi muda (pelajar) dengan memberikan promo harga,” pungkasnya. (CR-1/pojoksumut)



loading...

Feeds