Ricuh!  setelah Renovasi, Banyak Pedagang Pasar Bahagia Tak Dapat Kios

Foto salah seorang ibu yang merasa telah dirampas haknya oleh Dinas Perindag Kota Tanjungbalai oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Foto : Taufik/Pojoksumut

Foto salah seorang ibu yang merasa telah dirampas haknya oleh Dinas Perindag Kota Tanjungbalai oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Foto : Taufik/Pojoksumut

 

POJOKSUMUT. com, EMOSI para pedagang Pasar Bahagia,  Tanjungbalai memuncak, Sabtu (10/3/2018).

 

Pasalnya,  setelah pasar tersebut selesai direnovasi sejak 2017  banyak pedagang yang mengaku tidak kedapatan kiosnya kembali. Karena pedagang yang sudah lama berjualan di Pasar Bahagia tersebut ada yang sudah membeli kios dari milik orang yang sudah tidak mau lagi berjualan atau mengganti ruginya.

Hal itu dikatakan Berliana Naibaho (55) warga Pantai Burung Kecamatan Tanjungbalai Selatan yang sudah berdagang 18 tahun di sana.

“Saya sudah paling susah karena saya tidak mendapat baik kios maupun meja, padahal sebelumnya saya memiliki kios dua pintu dan satu buah meja. Sudah tidak ada lagi tempat buat saya berjualan padahal saya sudah 18 tahun berjualan di sini. Dulunya saya mengutang uang buat ganti rugi kios milik orang karena dia sudah tidak mau lagi berjualan, “ ujarnya.

 

Diapun tak akan tinggal diam atas perlakuan tersebut.  “Kasus ini akan kami bawa ke jalur hukum, nantinya akan dikumpulkan siapa yang tidak mendapatkan kembali kios atau meja yang selama ini punya tapi sekarang tidak dapat lagi,” ungkap perempuan yang akrab disapa Mak Tiwi ini.

“Kami meminta milik kami agar dikembalikan oleh Dinas Perindag Kota Tanjungbalai dan jangan dijual atau karena uang, kalau ada uang kios dapat bahkan di bagian depan, kalau tidak ada uang kios tidak dikasih. Kalau pun dapat tapi di bagian belakang-belakang,” lukasnya.

Sementara Julianty (34) warga Jalan Karya Kecamatan Tanjungbalai Selatan juga mengatakan bahwa dia dapat kios tapi cuma satu, karena sebelum pasar direnovasi miliknya ada dua pintu, keduanya dibeli atau diganti rugi kepada orang yang sudah tidak mau berjualan lagi.

“Saya tidak minta uang kami dipulangkan, tapi janganlah hak kami di kurangi. Karena kios nya kan sudah diperbanyak bahkan mejanya juga, utamakanlah kami orang yang sudah lama berjualan dan jangan dahulukan orang yang baru. Apa karena mereka orang baru ada kasi uang ya,” bebernya.  (CR-1/pojoksumut)





loading...

Feeds