Indadari Bersyukur Atas Kebijakan UIN Sumut Perbolehkan Mahasiswinya Bercadar

Indadari (baju berlengan polkadot) berfoto bersama Niqab Squad Medan, tahun lalu.
foto : nin/pojoksumut

Indadari (baju berlengan polkadot) berfoto bersama Niqab Squad Medan, tahun lalu. foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MANTAN istri artis Caisar Aditya, Indadari mengungkapkan rasa syukurnya atas kebijakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara yang berani mengambil langkah beda tentang pelarangan penggunaan cadar bagi muslimah di kampus tersebut.

Ini berkaitan dengan kasus yang sedang viral dimana UIN Jogja melarang mahasiswinya mengenakan cadar.

Indah yang telah mengenakan niqab (cadar) beberapa tahun belakangan ini mengunggah hal tersebut via akun Instagramnya, Sabtu (10/3/2018) malam.

Dia menyertakan foto salah satu surat kabar terbitan Medan perihal keputusan manajemen UIN Sumut. “Dikirimin ini sama mbak @hanniehananto. Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihat senaangnya bacanya, setelah kmrn di kampus sebelah dilarang, yang ini alhamdulillah diperbolehkan,” tulisnya.

“Salam sayang untuk semua mahasiswi niqabi di manapun berada yang lagi baca ini, semoga Allah senantiasa menjaga kalian, aamiin Ya Rab,” lanjutnya.

Tak hanya itu, mantan istri Lucky Hakim ini juga bersyukur lantaran baru dapat kabar dari temannya tentang perjuangan beberapa pihak agar larangan bercadar di UIN Jogja dicabut akhirnya membuahkan hasil.

Dia mengunggah foto surat edaran tentang Pencabutan Surat tentang Pembinaan Mahasiswi Bercadar di UIN Jogja per Sabtu, 10 Maret 2018.

“Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihat. Alhamdulillah.. ada penindak lanjutan yang menggembirakan. Barusan dikirimin ini sama salah seorang sahabat yang kmrn diam2 ikut berjuang sampai ke MUI. Orangnya ga mau di tag, heheeh barakallahufiik ya kamuu… semangat dakwah bantu ummat. Bahagiaaa alhamdulillah. Semangaat yaaa saudari2 mahasiswi niqabi2 ku. Allah selalu bersama kita 😘,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, UIN memutuskan tak mengikuti peraturan yang diberlakukan UIN Jogja.

“Hasil rapat pimpinan rektorat memutuskan tidak melarang bagi mahasiswi yang menggunakan ‎cadar ketika melaksanakan aktivitas belajar mengajar di kampus. Jadi, dengan ini, UIN Sumut memperbolehkan mahasiswinya menggenakan cadar untuk terus berkuliah,” ujar Humas UIN Sumut, Yuni Salma, Kamis (8/3/2018) lalu.

Dijelaskannya, alasan keputusan itu dikarenakan tidak ada regulasi atau peraturan yang lebih tinggi dari Undang-Undang Dasar 1945.

“Dalam undang-undang diberikan kebebasan untuk menjalankan agama sesuai dengan kepercayaan,” ucap Yuni.

Menurut dia, selama ini di kampus UIN Sumut tidak ada masalah antara mahasiswi bercadar. Mahasiswi baik-baik saja, tidak mengikuti ideologi radikal atau lainnya.

“Mahasiswi yang menggunakan cadar merupakan orang berpendidikan, Mereka bisa‎ menilai dan mengerti baik terhadap sesuatu,” tuturnya.

Yuni menambahkan, pihaknya tidak mengikuti kebijakan yang akan diterapkan oleh UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

“Kita berbeda dan itu kita berikan kepada mahasiswi kita masing-masing. Sebab, masing-masing kebijakan pimpinan membuat itu. UIN Sumut berpatokan terhadap regulasi resmi dari pusat,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds