Curhatan Orangtua Egy Maulana setelah Putranya Resmi Berkostum Leicha Gdansk

Orangtua Egy memegang salah satu piala putranya saat ditemui di kediamanya, Senin  (12/3/2018). 
Foto : nin/pojoksumut

Orangtua Egy memegang salah satu piala putranya saat ditemui di kediamanya, Senin (12/3/2018). Foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Rasa bangga tak bisa disembunyikan dari Syarifuddin dan Aspiyah, orangtua Egy Maulana Vikri pascaputranya resmi direkrut klub Polandia, Leicha Gdank.

“Perasaan kami senang, bangga, semuanya,” ujar Aspiyah (46), ibunda Egy kepada Pojoksumut.com, saat ditemui di rumahnya di Jalan Asam Kumbang, Senin (12/3/2018).

Aspiyah terlihat berkaca-kaca di antara senyum malu-malu diwawancarai di rumah sekaligus warung tempat keluarganya bergantung hidup.

Perempuan sederhana ini juga tak pandai banyak bicara. Apalagi, lokasi rumah orangtua Egy berada di pinggir jalan, dimana orang hilir mudik melihatnya berkomunikasi. Aspiyah memang menghabiskan waktunya menjaga warung makanan ringan bersama sang suami.

Sesekali, suaminya Syariffuddin memang meninggalkannya sendirian saat harus melatih bola di Asam Kumbang sekitar rumahnya.

Baca Juga : Main di Eropa, Beginilah Sederhananya Rumah dan Orangtua Egy Maulana di Medan

Baca Juga : Siapa Sangka, Selama Bertahun, Egy Pernah Kesulitan Mengikatkan Tali Sepatu Bolanya

Dia mengatakan selalu rindu kepada putranya yang menjadi anak kedua dari tiga bersaudara. Beruntung, teknologi membuatnya bisa sering berkomunikasi dengan Egy. “Kalau rindu ya pasti rindu. Tapi karena sudah biasa, enggak apa-apa. Kan bisa video call tiap malam,” ungkapnya.

 

 

Hal senada diungkapkan Syariffuddin yag berada di sampingnya. Awalnya, dia sedikit susah memberikan pengertian kepada sang istri agar merelakan putranya jauh dari orangtua.

“Saya sampaikan ke ibunya Egy, kesempatan tidak datang dua kali. Kalau mau maju harus ada risiko. Orangtua harus mau melepas. Akhirnya ibunya mengerti. Nah, kalau rindu pastilah. Tapi sekarang tidak terlalu, ada video call yang bisa lihat mukanya langsung. Enggak kayak zaman dulu,” bebernya.

Sebagai orangtua, Syariffuddin mengatakan putranya sempat menelepon sebelum berangkat ke Polandia. Hanya saja saat itu, Egy belum mau memberitahu kemana tujuan klubnya. “Agennya juga telepon saya duluan. Dia bilang Egy dianggap anaknya, saat itu juga belum kasih tahu di klub mana mainnya. Begitu sudah pasti main di klub itu, Egy langsung telepon dan video call,” ungkapnya.

“Saya enggak ada tanya-tanya berapa kontraknya dan lainnya,” timpalnya.



loading...

Feeds