Waduh! Dua Oknum Polri Terlibat Jaringan Penipuan Tersangka Nova Zein

Direktur Ditrestkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian dalam keterangan pers di kantornya, Senin (12/3/2018) soal perkembangan kasus penipuan dan penggelapan tersangka Nova Zein.
Foto : ist

Direktur Ditrestkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian dalam keterangan pers di kantornya, Senin (12/3/2018) soal perkembangan kasus penipuan dan penggelapan tersangka Nova Zein. Foto : ist

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Polda Sumut hingga saat ini masih terus mengembangkan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan Nova Zein, salah seorang tokoh yayasan wanita di Medan.

Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi meringkus empat orang pelaku bagian dari jaringan ini dan dua di antaranya adalah oknum polisi berinisial AN dan NO alias Norman. Sedangkan dua pelaku lainnya yakni Jefri ditangkap di Sei Mencirim dan Dedi Aceh ditangkap di Tembung.

“Tersangka AN ditangkap di Banda Aceh, yang merupakan anggota Bidang Propam Polda Aceh. Sedangkan, NO alias Norman merupakan anggota yang bertugas di Sergai,” kata Direktur Ditrestkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian dalam keterangan pers di kantornya, Senin (12/3/2018).

Disebutkan Andi, dari para pelaku hasil pengembangan ini disita 7 unit mobil. Antara lain, 3 unit Toyota Fortuner, 2 Kijang Innova dan 2 Toyota Avanza.

“Ada target lain tapi belum bisa kita sampaikan,” katanya.

Ia membeberkan, tersangka AN mendapat mobil dari tersangka Nova Zein sebanyak 18 unit. Mobil itu lantas dibagi untuk dijual kepada tersangka Jefri, Dedi dan Norman.

“Kalau yang Fortuner dilepas seharga Rp190 juta. Untuk komisinya bervariasi ada 1,5 juta, bahkan Rp3 juta,” beber Andi.

Dijelaskan dia, tim yang dibentuk mengembangkan kasus ini sudah berusaha keras. Bahkan, pengembangan dilakukan sampai ke Aceh, Sumbar dan Riau.

“Kami sudah memetakan jaringan Nova Zein. Ternyata, dia memiliki dua kaki tangan dan salah seorang sudah tertangkap terlebih dahulu bernama HTP alias Pulungan. Tersangka HTP menyalurkan 20-30 unit kendaraan,” sebutnya.

Andi menambahkan, dari hasil pengembangan ini juga dan dilakukan perbandingan dengan 8 laporan polisi yang sudah masuk ke pihaknya, total kendaraan mencapai 76 unit.

Dari total tersebut dikurangi dengan 11 unit yang sudah berhasil diungkap, maka berarti masih ada 65 unit lagi yang beredar di masyarakat. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds