9,1 Ton Jeruk Mandirin Ilegal Asal Tiongkok Berhasil Disita dari Pelabuhan Belawan

Petugas gabungan Bea Cukai Sumut dan Kementrian Perdagangan menunjukkan jeruk ilegal yang disita, Selasa (13/3/2018).
Foto : ist

Petugas gabungan Bea Cukai Sumut dan Kementrian Perdagangan menunjukkan jeruk ilegal yang disita, Selasa (13/3/2018). Foto : ist

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Sebanyak 9,1 ton jeruk Mandarin asal Tiongkok gagal masuk ke Pelabuhan Belawan, Medan. Pasalnya, jeruk tanpa dilengkapi dokumen yang sah ini diamankan petugas gabungan dari ‎Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Cukai (Kanwil DJBC) Sumatera Utara bersama Kementerian Perdagangan, Selasa (13/3/2018).

Kepala Kantor DJBC Belawan, Haryo Limanseto mengatakan, ‎produk impor hortikultura itu diimpor tanpa dilengkapi dokumen atau ilegal. Dengan itu, dilakukan penindakan untuk diproses secara peraturan yang ada.

“Ini penerapkan kami untuk melakukan sinergitas. Ada 7 kontainer yang diamankan dengan total 9,1 ton,” beber Haryo di gudang penyimpanan kawasan Pergudangan Diski Centre Jalan Medan-Binjai KM 15,7 Sunggal.

Haryo menyebutkan, sesuai dengan ‎Peraturan Menteri Perdagangan No 28 tahun 2018, penanganannya berkordinasi dengan Kementerian Perdagangan. Saat ini, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap pemilik barang dari PT Suci Abadi.

“Importirnya kami kenakan denda. Adanya peraturan ini juga untuk menekan biaya dwelling time. Jadi pemilik tidak menunggu lama untuk mengambil barangnya,” sebut dia.

Sementara itu, Direktur Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono menjelaskan, di dalam dokumen impor dilakukan perusahan tersebut adalah apel. Namun ternyata ditemukan juga jeruk.

“Untuk impor jeruk, Pemerintah Indonesia hanya memberikan izin kepada Pakistan saja,” ucapnya.

Diutarakan dia, Permendag No 28 itu sebenarnya memberikan kemudahan pada pengusaha. Tapi kenyataannya, pengusaha malah menyalahgunakannya.

“Kami akan mendalami daerah distribusi jeruk tersebut, karena masuk melalui kota Medan. Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak terlibat,” tukasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds