Duh! Dibantu Saat Kesusahan, Eh Malah Mencuri

Tersangka diamankan di Polsek Medan Sunggal.

Tersangka diamankan di Polsek Medan Sunggal.

 

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Ibarat pepatah, air susu dibalas dengan air tuba. Ungkapan itulah kira-kira yang tepat dialamatkan kepada pemuda bernama Bagas Apriando Harahap.

Bagaimana tidak, pemuda yang berusia 20 tahun ini diberi tumpangan tempat tinggal dan bahkan pekerjaan oleh Mariani Br Pelawi (43) warga Jalan Bahagia Pasar V China Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Sebab, Bagas telah diusir oleh keluarganya sendiri.

Namun sayang, kebaikan Mariani dibalas dengan kejahatan. Sebab, Bagas mencuri tabung gas dan handphone miliknya.

Bak memelihara anak harimau, korban yang takut dengan ulah Bagas akhirnya meminta bantuan Polsek Medan Sunggal. Tak pelak, pada Jumat (16/3/2018) malam kemarin, Bagas diciduk polisi dan meringkuk di sel tahanan untuk menanggung akibat perbuatannya.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Wira Prayatna menjelaskan, tersangka beraksi dengan kedua temannya berinsial J dan R.

“Tersangka memang tinggal di rumah korban karena kasihan telah diusir keluarganya, sehingga tersangka diizinkan untuk tinggal di lantai 3 rumah korban,” ungkap Wira, Sabtu (17/3/2018).

Singkat cerita, Minggu (11/3/2018) malam J dan R datang menjumpai tersangka di rumah korban. Aksi pencurian pun dilakukan ketiganya. Satu unit tabung gas milik korban disikat, kemudian dijual.

Tak berhenti sampai di situ, keesokan harinya mereka kembali mencuri satu unit handphone milik anak korban dan juga uang Rp70 ribu dari dalam dompet. Ponsel curian itu lalu digadaikanya seharga Rp600 ribu.

Korban yang menyadari kebaikannya dibalas dengan perbuatan jahat tersangka, sungguh tak terima dan melaporkan kepada pihak berwajib.

“Setelah melakukan penyelidikan tersangka lalu kita amankan, sedangkan kedua rekannya masih kita buru,” sebut Wira.

Sementara, tersangka yang merupakan warga asal Jalan BLKI Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal ini mengaku, dirinya nekat mencuri karena membutuhkan uang untuk berjudi.

“Hasil curian kami bagi tiga dan uangnya untuk dipakai main judi,” aku tersangka.

Anehnya, uang hasil bekerja sebagai buruh bongkar-muat dirasanya tidak cukup, sehingga ia terpaksa mencuri harta benda orang yang mengasihinya.

“Di rumahnya saya juga bantu jual nasi. Kedua temannya saya juga ikut, karena gak ada uang untuk berjudi kami mencuri, saya sempat diusir karena ketahuan,” pungkasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds