Hampir 8 Jam Diperiksa, Begini Reaksi JR Saragih

JR Saragih 
Foto : ist/pojoksumut

JR Saragih Foto : ist/pojoksumut

 

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Usai menjalani pemeriksaan tim penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sumatera Utara di kantor Bawaslu Sumut, Jalan H Adam Malik Medan, Jopinus Ramli (JR) Saragih enggan berkomentar, Senin (19/3/2018).

Ketua DPD Partai Demokrat Sumut itu sebagai tersangka kasus dugaan penggunaan dokumen atau surat palsu tanda tangan legalisir fotokopi ijazah SMA-nya pada pendaftaran Pilgubsu 2018.

Informasi dihimpun, JR Saragih datang bersama seorang pengacaranya, Ikhwaluddin Simatupang dan tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Mengenakan setelan kemeja putih, JR Saragih juga didampingi sejumlah pengurus DPD Partai Demokrat Sumut.

Bupati Simalungun itu keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.00 WIB. Saat akan keluar dari ruang penyidik, JR dipagar betis puluhan petugas Sabhara Polrestabes Medan. Oleh karenanya, para wartawan yang menunggu sejak pagi untuk mewawancarai JR Saragih akhirnya kecewa.

Tim penyidik Gakkumdu juga enggan berkomentar mengenai hasil pemeriksaan. Beberapa wartawan yang mencoba bertanya kepada seorang petugas penyidik hanya untuk mengetahui berapa pertanyaan yang diajukan kepada JR, juga enggan berkomentar.

Sementara JR terlihat begitu bergegas berjalan menuju massa pendukungnya. Massa yang setia menantinya sejak pagi meminta JR naik ke atas panggung bak mobil terbuka.

Tak banyak yang diucapkan JR Saragih. Dengan sedikit sesenggukkan dan mata yang berkaca-kaca, JR Saragih meminta massa pendukungnya bersabar.

“Para pendukung saya harap bersabar. Kita tunggu hasil keputusan PTTUN,” ungkapnya.

Ia mengaku diperbolehkan pulang. “Berarti saya melanjutkan tugas selaku Bupati Simalungun,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, penyidik Sentra Gakkumdu Sumut melalui Kombes Pol Andi Ryanto menetapkan JR Saragih sebagai tersangka dugaan pemalsuan tanda tangan legalisasi fotokopi ijazah. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

Zero Waste City Wujudkan Keadilan Ekologis

Nur Hidayati Direktur Esekutif Nasional Walhi menyatakan Peringatan Hari Bumi harusnya dapat menjadi momentum memperluas gerakan penyelamatan lingkungan hidup di …