JR Saragih Penuhi Panggilan Gakkumdu Sebagai Tersangka Pengguna Dokumen Palsu

Pasangan JR Saragih-Ance Selian
Foto : syaifullah/pojoksumut

Pasangan JR Saragih-Ance Selian Foto : syaifullah/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Untuk pertama kalinya Jopinus Ramli (JR) Saragih diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penggunaan dokumen atau surat palsu, di kantor Bawaslu Sumut Jalan H Adam Malik, Medan, Senin (19/3/2018).

Ketua DPD Partai Demokrat Sumut ini diperiksa oleh Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Dalam memenuhi panggilan penyidik tersebut, JR Saragih datang bersama seorang pengacaranya, Ikhwaluddin Simatupang. Keduanya langsung masuk ke ruang penyidik tanpa memberikan keterangan kepada wartawan.

Sebagaimana diketahui, Tim Sentra Gakkumdu Sumut menetapkan Bupati Simalungun itu sebagai tersangka penggunaan dokumen palsu.

Tim menemukan tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Andrianto, diduga telah dipalsukan pada bagian legalisasi fotokopi ijazah SMA yang digunakan JR Saragih saat mendaftar ke KPU Sumut.

Dalam kasus ini, JR Saragih telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 184 UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Sementara, seiring dengan pemeriksaan JR Saragih ratusan pendukungnya melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu Sumut. Pada aksi itu, massa menyatakan keberatan atas penetapan status tersangka terhadap JR Saragih.

Menurut massa, penetapan status tersebut sangat kental dengan nuansa politik. Untuk itu, Sentra Gakkumdu dinilai telah melakukan penzaliman karena JR Saragih sebelumnya tidak pernah diperiksa sebagai saksi.

“Cacat itu hukum dan bentuk kezaliman! Kami menolak status tersangka terhadap JR Saragih yang merupakan putra terbaik Sumut. Segala bentuk kezaliman harus dilawan,” teriak massa. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds