Gara-gara Ini, Kantor Dinas Pendidikan Tanjungbalai Didemo

Aksi massa menuju Kantor Polres Tanjungbalai setelah demo di Kantor Dinas Pendidikan, Rabu (21/3/2018).
Foto : Taufik/Pojoksumut

Aksi massa menuju Kantor Polres Tanjungbalai setelah demo di Kantor Dinas Pendidikan, Rabu (21/3/2018). Foto : Taufik/Pojoksumut

 

POJOKSUMUT.com, HIMPUNAN Mahasiswa dan Pemuda Tanjungbalai Asahan (Himpatara) Kota Tanjungbalai menggelar aksi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai di Jalan Gaharu, Rabu (21/3/2018).

Ini dilakukan karena dugaan korupsi di tubuh Dinas Pendidikan Tanjungbalai dalam pengadaan meubilaer TK Pembina di lima Kecamatan yang ada di Kota Tanjungbalai yang sumber dananya dari Dana APBD Tahun Anggaran 2017.

“Adapun yang kami temukan adalah indikasi konspirasi kotor, yaitu (pekerjaan tidak sesuai petunjuk RAB) sehingga diduga merugikan Negara/Kas Daerah ratusan juta rupiah,” ujar Andi Putra Siregar selaku Koordinator.

Menurutnya, penggunaan material yang diduga kuat berbeda dari ketentuan RAB ini mengakibatkan hasil pekerjaan yang berkualitas buruk, sehingga saat ini telah terjadi kerusakan.

Pihaknya Wali Kota segera menetapkan PLT Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai dan secepatnya melakukan lelang jabatan Kadis Pendidikan.

“Mendesak Kepala Dinas Pendidikan segera mengevaluasi pengganti Kabid PLS, Kasi TK, pengawas lapangan dan panitia serta pihak-pihak yang terlibat di dalam kegiatan pengadaan mobilaer TK Pembina dana APBD Tahun Anggaran 2017 di lima Kecamatan Kota Tanjungbalai dengan jumlah anggaran @Rp50.000.000, karena diindikasi kuat melakukan pemufakatan jahat untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan menerima pekerjaan rekanan yang tidak sesuai dengan petunjuk RAB,” teriaknya.

“Kami juga menuntut tanggung jawab penuh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai sebagai pihak yang memilih dan menunjuk langsung (kegiatan PL Non Lelang) rekanan nakal pekerjaan tersebut yang diindikasi melakukan pekerjaan tidak sesuai bestek (RAB) sehingga dinilai Total loss (tidak bisa diterima) namun dilakukan pembayaran penuh sehingga merugikan negara senilai Rp250.000.000,” ungkapnya
Aksi lanjutan dilakukan di Kantor Polres Tanjungbalais erta menyerahkan berkas secara resmi kepada Pihak Tipikor Polres Tanjungbalai dan menuju Kantor Inspektorat Kota Tanjungbalai. Di sini, massa meminta kepolisia untuk memeriksa terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pengadaan mobilaer TK Pembina Tanjungbalai yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2017 tersebut. (CR-1/pojoksumut)



loading...

Feeds