Hari tanpa Bayangan di Indonesia,  Ini Penjelasan BMKG  Medan

Cuaca Panas

Cuaca Panas



POJOKSUMUT.com, MEDAN-Fenomena alam kembali terjadi di Indonesia. Dimana, hari tanpa bayangan akan terlihat di sebagian wilayah di Indonesia.
Fenomena tersebut terjadi dikarenakan matahari akan berada tepat di atas ekuator atau garis khatulistiwa.

Menurut Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, fenomena tersebut terjadi di daerah Timur Indonesia dan tidak berdampak di kawasan Sumatera.

“Di Sumatera sendiri tidak ada dampaknya. Namun, untuk pulau Kalimantan terlihat dan daerah timur lah terlihat. Dimana, fenomena ini terjadi di siang hari sekitar pukul 11.50 tadi,” ungkap Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Syahnan, Rabu (21/3/2018).

Diutarakannya, fenomena hari tanpa bayangan tersebut hanya sebuah kejadian alam yang sering terjadi dan tidak menimbulkan suhu tinggi gelombang panas.

“Kalau ada informasi terkait perubahan suhu juga tidak ada terjadi. Fenomena ini juga setiap tahunnya sering terjadi,” katanya.

Syahnan menambahkan, fenomena ini selain terjadi pada Maret juga akan terjadi di September 2018. “Kalau bulan Maret terjadi pada 22-23 dan akan terjadi lagi di Bulan September pada 22-23 nanti,” imbuhnya.

Sementara, dari informasi yang diperoleh bahwa peristiwa hari tanpa bayangan ini terjadi karena Bumi beredar mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari.

Dimana, garis edar bumi berbentuk agak lonjong, sehingga Bumi kadang bergerak lebih cepat dan kadang bergerak lebih lambat. Bidang edar Bumi disebut sebagai bidang ekliptika. Bidang ini miring sebesar 23,4 derajat terhadap bidang equator Bumi.

Di daerah ekuator, misalnya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat matahari akan berada di atas kepala saat tengah hari vernal equinox. Matahari itu akan mencapai titik puncak/kulminasi pada pukul 11.50 WIB.

Setelahnya, Matahari akan turun perlahan hingga terbenam di titik barat sekitar enam jam kemudian. Kota-kota yang dilewati garis ekuator di antara 23,4 Lintang Selatan dan 23,4 Lintang Utara juga akan mengalaminya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds