Insentif dan Promo Tak Dibayar, Ratusan Pengemudi GrabBike Serbu Kantor Perwakilan di Medan

Unjuk rasa para pengemudi Grabbike di Kantor Perwakilan Mesn,  Rabu (18/3/2018).
Foto : fir/pojoksumut

Unjuk rasa para pengemudi Grabbike di Kantor Perwakilan Mesn, Rabu (18/3/2018). Foto : fir/pojoksumut



POJOKSUMUT.com, MEDAN-Ratusan pengemudi atau driver GrabBike menyerbu Kantor Perwakilan Grab Medan di Komplek CBD Polonia, Rabu (21/3/2018) siang.

Para pengemudi ojek online tersebut mengecam keras pihak manajemen yang tak kunjung membayarkan intensif dan promo mereka.

Padahal, sebelumnya pihak manajemen sudah berjanji akan membayar pada Senin (19/3/2018) kemarin. Perjanjian itu pun tertuang di atas kertas yang bermaterai 6.000 dan ditandatangani pihak manajemen Grab, L Basyara. Namun nyatanya hak pengemudi tak kunjung diberikan.

Menurut salah seorang pengemudi GrabBike, Alan, pihak manajemen diduga telah melakukan penipuan dengan tidak membayarkan insentif dan promo yang menjadi hak. Selain itu, kebijakan yang diterpakan dinilai semakin memberatkan.

“Kami ditipu, sudah seminggu bahkan ada yang 2 minggu insentif dan promo yang menjadi hak kami tidak dibayarkan,” ungkapnya.

Diutarakan dia, hingga saat ini tidak diketahui alasan manajemen Perwakilan Grab di Medan tak memberikan insentif dan membayar promo.

“Mereka buang badan, hanya bilang ada kesalahan sistem dan menyerahkan ke pusat,” ucapnya.

Pengemudi GrabBike lainnya, Cipto menuturkan, ia dan sejumlah rekannya mengaku sudah mengalami masalah ini sejak dua pekan lalu. Promo yang digunakan konsumen dan seharusnya menjadi tanggung jawab manajemen, tidak ditambahkan pada dompet tunainya. Selain itu, insentif dari pencapaian mereka juga tidak diberikan keesokan harinya.

Sebagai contoh, jika penumpang menggunakan promo pemotongan tarif 60 persen maka pengemudi hanya membayar 40 persen dari tarif. Seharusnya dan biasanya 60 persen itu otomatis dibayarkan pihak manajemen ke dompet tunai pengemudi.

“Saya sudah mengalaminya 14 hari, bukan cuma promo dan insentif yang tidak masuk malahan uang saya ratusan ribu juga tidak bisa diambil. Seharusnya itu bisa keluar setiap per satu hari. Tapi, sampai sekarang tidak bisa diambil di ATM,” sebutnya.

Bukan cuma soal promo dan insentif yang menjadi keluhan pengemudi, mereka juga memprotes semakin tingginya jumlah order yang dikerjakan sebagai syarat untuk mendapatkan insentif tertinggi. “Sudah semakin berat, insentifnya pun tak keluar,” tambahnya.

 

Pengemudi Grab memenuhi depan kantor perwakilan Medan, Rabu (21/3/2018).
Foto : fir/pojoksumut



Pantaun di lapangan, unjuk rasa sempat diwarnai kericuhan. Para pengemudi memaksa masuk ke dalam kantor.

Aksi dorong dengan petugas keamanan kantor sempat terjadi. Pengemudi bahkan sempat melempari petugas dengan botol air mineral. Situasi kembali kondusif setelah Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menenangkan massa.

Sementara itu, pihak Perwakilan Grab Medan sendiri belum bisa memberikan keterangan resmi terkait pembayaran bonus dan intensif para pengemudi yang tertunda hampir dua pekan. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds