Terlibat Narkoba, Adik Wali Kota Pematangsiantar Terancam Dipecat

Ilustrasi narkoba

Ilustrasi narkoba

POJOKSUMUT.com, SIANTAR-Ancaman pemecatan membayangi dua tersangka kasus narkoba di Kota Pematangsiantar Zulkifli Hutagalung (39) dan Ardiansyah (36) yang merupakan adik kandung Wali Kota Pematangsiantar.

Pasalnya, keduanya merupakan oknum pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Pemko Pematangsiantar.

Informasi diperoleh, Zulkifli merupakan warga Kelurahan Bahsorma, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar, sedangkan adik kandung Wali Kota Siantar Ardiansyah warga Jalan Seram Kelurahan Banten, Kecamatan Siantar Barat.

Adik kandung Wali Kota Tanjungbalai ditangkap personel Polres Simalungun dan terancam dipecat jika positif menggunakan narkoba.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota (BKD Pemko) Pematangsiantar Zainal Siahaan, menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba akan mendapat sanksi mulai dari penundaan kenaikan pangkat hingga pemecatan dari ASN.

Hal ini disampaikan tidak lepas dari adanya dua oknum ASN Siantar, ditahan Polres Simalungun akibat diduga menyalahgunakan narkotika.

Namun berkaitan terhadap kedua nama itu, Zainal Siahaan mengakui belum bisa melakukan tindakan apapun sebelum keluar surat resmi dari institusi penegak hukum.

“Dan kita tunggu laporan dari pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang bersangkutan. Sejauh ini belum ada kita dapatkan laporan,” terangnya, sembari memastikan jika terbukti menyalahgunakan narkotika maka tindakan pemecatan tidak menutup kemungkinan dikeluarkan.

Ketika ditanyakan soal upayanya untuk mencegah keterlibatan oknum ASN menyalahgunakan narkoba, Zainal Siahaan mengakui sifatnya hanya pembinaan pegawai.

Sebelumnya, Ardiansyah dan rekannya diciduk Kamis (16/3/2018) dengan sejumlah barang bukti sabu dan alat isap. Diantaranya 20 mancis dan 10 pipet plastik, serta satu paketan berisi sabu.

(Iwan/nt/jpg)



loading...

Feeds