Bursa Efek Merambah ke Pasar Tradisional dan Rumah Sakit

ilutrasi
pixabay

ilutrasi pixabay



POJOKSUMUT.com, MEDAN-Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pengembangan dengan melakukan upaya sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, kini mulai merambah kalangan menengah ke bawah.

 

Tidak hanya di lingkungan akademis, guna meningkatkan pemahaman tentang pasar modal melalui program terpadu juga ditargetkan dilaksanakan ke pasar-pasar tradisional. Bahkan, tak menutup kemungkinan masuk ke wilayah rumah sakit.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, Goklas AR Tambunan saat berada di Medan baru-baru ini.

“Kami akan mendirikan Galeri Investasi di tempat keramaian, yang potensinya cukup besar. Seperti pasar tradisional dan rumah sakit,” kata Goklas Tambunan.

Menurutnya, di pasar tradisional perputaran uang cukup besar. Begitu juga di rumah sakit, selalu ramai.

“Kita jangan melihat yang sakitnya, tapi di tengah keramaian itu setidaknya efektif untuk edukasi tentang pasar modal,” ujar Goklas.

Diutarakannya, Galeri Investasi di pasar tradisional sudah ada di Sukabumi dan Balikpapan. Ternyata, responnya sangat positif.

Dalam pembentukan galeri investasi, yang dilihat bagaimana masyarakat  teredukasi dulu dengan pasar modal. Jika sudah mengenal, maka kemudian akan memahami untuk sehingga dapat berinvestasi.

“Investor pasar modal di tanah air terus meningkat, kini persentasenya antara lokal dengan asing fifty-fifty (50:50). Namun, kalau beberapa tahun sebelumnya asing lebih menguasai,” cetusnya.

Lebih jauh Goklas mengatakan, galeri investasi di beberapa tempat keramaian cukup bagus. Hal ini sekaligus menepis asumsi sebelumnya di masyarakat, yang cenderung melihat kalau saham itu judi dan haram. Padahal, bisnis jual beli saham ini sudah lama ada tapi banyak yang belum memahaminya.

Kepala BEI Perwakilan Medan Muhammad Pintor Nasution menambahkan, data investor Sumut per Februari 2018, mencapai 36.358 Sub Rekening Efek (SRE) dan 28.509 Single Investor Identification (SID).

“Tahun ini ditargetkan tambah 2.000 investor dan optimis tercapai. Jumlah emiten (peusahaan yang go public) per Februari 2018 sebanyak 568 emiten,” ujarnya.

Sementara, Deputi Direktur Pengawasan  Lembaga Jasa Keuangan 1 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 5 Sumbagut Uzersyah menuturkan, adanya galeri investasi BEI di lingkungan kampus dan akan merambah ke pasar tradisional hingga rumah sakit merupakan upaya strategis untuk memasyarakatkan pasar modal.
Sehingga, dengan begitu keberadaannya makin kuat mendukung perekonomian nasional.

“Untuk meningkatkan pasar modal, perlu dukungan masyarakat berinventasi di pasar modal,” kata Uzersyah. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds