Kisah David Maulana, Anak Tembung Jadi Pemain Terbaik di Jepang

David Maulana bersama kedua orang tuanya di  Lapangan Pasar 9 Tembung, SSB PTP Wilayah 1 Sumut.

David Maulana bersama kedua orang tuanya di Lapangan Pasar 9 Tembung, SSB PTP Wilayah 1 Sumut.

 
POJOKSUMUT.com, MEDAN-Sumatera Utara harus berbangga, memiliki bakat-bakat sepak bola yang diakui di kancah nasional dan internasional.

Setelah nama Egy Maulana menjadi viral usai menjadi pemain klub Polandia, Lechia Gdansk, kini pesepakbola asal Tembung, David Maulana juga memiliki catatan prestasi mentereng.

Meski belum mengikuti jejak Egy ke kancah Eropa, namun Bembeng-sapaan David Maulana, di usianya mudanya, sudah terpilih sebagai pemain terbaik Turnamen Jenesys di Jepang, pekan lalu.

Mantan pemain PSSA Asahan U-15 ini juga selalu dipercaya sebagai Kapten Timnas-U 16. Siswa SMA Negeri 2 Percut Seituan ini sempat balik ke rumah orang tuanya di Jalan Pendidikan 1, Pasar 13 Dusun 12, Sei Rotan, Tembung, Deliserdang, Jumat (25/3/2018), namun kembali lagi ke Jakarta untuk bertemu dengan Presdiden Joko Widodo.

Begitu tiba di tanah kelahirannya, Bembeng langsung berlatih di Lapangan Pasar 9 Tembung, bersama SSB PTP Wilayah 1 Sumut. Di SSB inilah dia dibina sejak kecil.

Baca Juga : David Maulana, Antara Tawaran Arema dan Menanti Keseriusan PSMS

Kepulangannya kemarin disambut bangga kedua orang tuanya, Ngadiran Prasetyo (52) dan Tukini (48). Apalagi, anak kelima dari enam bersaudara ini sudah memperkuat Timnas sejak U-15.

“Saya bangga punya anak yang bisa membanggakan orang tua, daerah serta SSB yang menaunginya. Di balik itu juga saya terharu. Semua itu tak luput dari dukungan para pihak di SSB (PTP Wilayah I Sumut), rekan-rekan semua. Tanpa dukungan semua pihak, Bembeng tidak mungkin seperti ini. Saya berterima kasih, karena selalu memberikan dukungan kepada Bembeng sebagai pemain Timnas,” ujar Ngadiran.

 

David Maulana saat menerima penghargaan sebagai pemain terbaik di Jepang.
Foto : Instagram

Sebagai orang tua, Ngadiran juga mendukung penuh putranya baik motivasi dan materi. “Apapun yang ada pada saya akan saya berikan demi kemajuan anak. Samapi tega menjual barang,” timpalnya.

Pun demikian, Ngadiran tak lupa mengingatkan putranya. Bahwa, jalan masih panjang. “Saya katakan ini belum apa-apa, masih awal. Jaga disiplin, jaga diri, jangan sombong yang akan akan menggagalkan impiannya,” tegasnya.

Sementara itu, Tukini (48), ibunya David mengatakan keberhasilan putranya selama ini adalah berkat kegigihan dan doa-doa orang di sekitarnya. “Kami juga menekankan jangan pernah lupa tempat dimana dia dibesarkan. Enggak boleh sombong, selalu ingat apa yang dikatakan para pelatihnya. Ya, saya bangga karena anak saya terpilih satu-satunya dari Sumut, begitu banyak seleksi. Begitu banyak rintangan yang dihadapinya, tapi dia bisa berhasil,” ungkapnya.

Tukini menambahkan dia akan mendukung dimana saja putranya berkarir. Termasuk harus sering ditinggal karena Bembeng ikut TC Timnas dan berlaga di level nasional. “Saya mendukung dia dimana saja mau bermain. Selalu mendoakan agar selamat dari apapun. Yang penting ingat sama Allah dan jangan lupa ibadah,” timpalnya.



loading...

Feeds