Gara-gara Undang dan Bahas Lucinta Luna, Acara Brownis Trans TV Disemprot KPI

Tayangan saat Lucinta Luna hadir sebagai bintang tamu.

Tayangan saat Lucinta Luna hadir sebagai bintang tamu.

POJOKSUMUT.com, KOMISI Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melakukan tindakan tegas dengan memberi sanksi teguran tertulis untuk program siaran “Brownis Tonight” di Trans TV.

Ini dilakukan lantaran dalam satu tayangan menampilkan muatan yang membahas isu transgender. Dalam beberapa kali tayangan, Brownis memang membahasa soal artis yang penuh kontroversial Lucinta Luna.

Seperti diketahui Lucinta mengaku sebagai perempuan tulen, sementara beberapa sahabatnya mengatakan Lucinta adalah seorang transgender.

Koordinator bidang Isi Siaran yang juga Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano dalam laman resmi kpi.go.id menjelaskan keputusan ini berdasarkan pengaduan masyarakat dan hasil analisis pihaknya, ditemukan muatan yang membahas isu transgender dalam program siaran “Brownis Tonight” yang ditayangkan Trans TV pada 28 Maret 2018 pukul 19.00 WIB dan 29 Maret 2018 pukul 18.52 WIB.

Menurut Hardly, pembahasan isu transgender atau juga LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) dalam program siaran telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012.

Jenis pelanggaran itu dikategorikan sebagai pelanggaran atas ketentuan tentang penghormatan terhadap hak privasi, perlindungan anak, dan perlindungan kepada orang dengan identitas gender tertentu.

Pasal yang dilanggar yakni Pasal 13, Pasal 14 Ayat (2), dan Pasal 15 Ayat (1) huruf b Pedoman Perilaku Penyiaran (P3), dan Pasal 13 Ayat (1), Pasal 14, Pasal 15 Ayat (1), serta Pasal 17 Ayat (2) huruf b Standar Program Siaran (SPS).

“Aturan dalam P3 & SPS itu sudah jelas, baik tentang penghormatan terhadap nilai dan norma kesusilaan dan kesopanan, ataupun tentang perlindungan anak dan remaja yang melarang adanya muatan yang mendorong anak dan remaja belajar tentang perilaku tidak pantas dan/atau membenarkan perilaku tersebut. Berdasarkan pelanggaran tersebut, KPI Pusat memberikan sanksi administratif teguran tertulis,” kata Hardly.

Hardly mengingatkan seluruh lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio, untuk tidak memberi ruang promosi LGBT melalui program siaran apapun. (*/nin/pojoksumut)



loading...

Feeds