Begini Curahan Hati Abdul Rohim tentang Cederanya….

Abdul Rohim menunjukkan cederanya didampingi tim fisio dan dokter PSMS di Stadion Mini Kebun Bunga, beberapa waktu lalu.
Foto : nin/pojoksumut

Abdul Rohim menunjukkan cederanya didampingi tim fisio dan dokter PSMS di Stadion Mini Kebun Bunga, beberapa waktu lalu. Foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kenyataan pahit harus diterima PSMS Medan setelah kabar cedera lutut atau Posterior Cruciate Ligament (PCL) menyerang kiper Abdul Rohim. Apalagi, proses penyembuhannya butuh waktu berbulan.

Diapun terpaksa ditinggal saat tim akan melawan PSIS Semarang dan absen di beberapa laga lainnya. Meski cedera, Rohim tetap ikut latihan bersama tim di Stadion Mini Kebun Bunga, Kamis (12/4/2018). Hanya saja dia duduk dan sesekali berdiri sambil dipantau tim medis PSMS di pinggir lapangan.

Pesepakbola kelahiran Kampung Banjar, Kota Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara tahun 1992 ini tak menampik cederanya ini sempat membuatnya trauma, sedih hingga menangis. Cedera ini didapatnya saat melakoni laga lawan Persija Jakarta di Stadion Teladan, Jumat (6/4/2018) sore.

“Pasti sedih, iya sempat menangis saat pergantingan kiper (di pertandingan lawan Persija). Saya mikirnya saat itu masih enak-enaknya bermain, kenapa kok bisa kena cedera. Kesal, kecewa pasti ada, kenapa kena. Dan, kenanya langsung yang fatal,” ujarnya saat ditemui Kamis (12/4/2018).

Saat itu, diapun langsung sudah berpikiran akan cedera panjang. “Pertama kepikiran kalau di lutut pasti lama penyembuhannya. Karen ahantu pemain bola itu kalau sudah kena cedera lutut,” lanjutnya.

Saat kejadian, Rohim sejatinya tidak begitu merasa. Namun, begitu di ruang ganti babak I, nyeri langsung menyerang.

“Waktu itu salah mendarat karena tumpuan langsung di lutut saat menghalau crossing pemain Persija, saya tinju sambil terbang. Nah, mendaratnya dengan lutut dan langsung bangkit nge-blok tendangan Rico (Simanjuntak). Karena kondisi tubuh masih panas, enggak begitu terasa masih enak saja, makanya dipaksain main. Tapi, setelah habis habis babak pertama di ruang ganti, itulah terasa, saat dibengkokkan sudah terasa sekali. Jadi, akhirnya mengambil keputusan enggak usah melanjutkan pertandingan daripada lebih parah cederanya,” kenangnya.

Rohim juga tak membantah mengalami trauma walau sedikit. Mengingat, dirinya belum pernah cedera di lutut sebelumnya. “Sebelumnya engkel juga pergelagan tangan, hal yang biasa. Yang parah baru kali ini,” lanjutnya.

Saat ini, Rohim ingin fokus penyembuhan. “Fokus penyembuhan dan menjalankan instruksi dokter. Setelah itu, pasti otomatis akan mengulang dari nol lagi untuk menaikkan perfoma. Butuh waktu lagi, dan prosesnya enggak akan secepat itu untuk bisa bersaing lagi mendapatkan posisi di bawah mistar,” jelasnya.

Diapun punya harapan agar cederanya tidak berujung pada operasi. “Jangan sampailah. Kalau bisa hanya menjalani fisio, karena cederanya robekan dan tidak ada yang putus (jaringan di lutut),” ungkapnya.

Untuk tim yang harus berjuang tanpanya, Rohim mendoakan agar bisa menjaga konsisten dan meraih tiga poin. “Semoga bisa menang baik di kandang dan partai tandang,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds