Simak! Wawancara Sadney Urikhob tentang Alasannya Mengunggah Foto Mantan Klubnya Usai PSMS Dihajar PSIS

Keempat pemain asing PSMS, dari kiri : Dilshod Sharofetdinov, Reinaldo Lobo, Wilfreid Yessoh  dan Sadney Urikhob (paling kanan).
Foto : nin/pojoksumut

Keempat pemain asing PSMS, dari kiri : Dilshod Sharofetdinov, Reinaldo Lobo, Wilfreid Yessoh dan Sadney Urikhob (paling kanan). Foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, KEPUTUSAN pemain asing PSMS, Sadney Urikhob mengunggah foto mantan klubnya di Liga Thailand usai Ayam Kinantan dikalahkan PSIS dengan skor 1-4, masih menjadi perbincangan publik.

Pasalnya, tak hanya foto yang menjadi polemik tapi juga keterangan foto itu dimana dia menyentil kerja sama tim.

Lalu apa alasan pemain warga negara Namibia tersebut mengunggah hal yang membuat tanda tanya banyak orang.

Berikut wawancara dengan Pojoksumut.com, usai tim latihan di Stadion Mini Kebun Bunga, Selasa (17/4/2018) sore.

Soal postingan kamu di Instagram usai pertandingan, ada apa sebenarnya?

Jujur saya sangat kecewa atas tindakan rasis di sosial media. Kami (pemain) datang ke Medan berjuang untuk keluarga dan klub. Bukannya kami tidak bersyukur atas apa yang sudah kami dapatkan di sini. Tapi kami datang kemari untuk memberikan yang terbaik. Kami ingin memberikan poin yang maksimal, entah itu kami main di klub amatir atau profesional. Kami ingin menang.

Namun, sebagai fans kadang harus mengerti, bahwa semua kadang tidak berjalan sesuai yang kalian inginkan. Kami juga kadang mengalami masa-masa sulit di pertandingan. Tapi sekarang setiap usai pertandingan mulai dari Piala Presiden kami selalu dibully fans, selama ini kami selalu diam dan sabar. Namun, kadang ada satu momen Anda berada di titik puncak emosi dan akhirnya keluarlah kalimat itu.

Baca Juga : Sadney Unggah Foto Klub Lamanya, Ini yang Bakal Dilakukan Tim Pelatih PSMS
Baca Juga : PSMS Kalah, Sadney Urikhon Pajang Foto Tim Lamanya, Sinyalkah?

Saya kemari bukan bermain untuk diri saya sendiri. Saya bermain untuk klub ini, jika saya belum mencetak gol, saya akan berusaha memberi kontribusi dalam proses gol itu. Dan, saat kami menang, menang sebagai tim. Tapi ketika kami belum mencetak gol, saya merasa tidak benar juga ketika fans membully kami secara rasis. Kami juga manusia yang kadang merasa perlu protes atas tindakan tersebut.

Kami meletakkan jiwa kami dalam pertandingan tiap kali berlaga, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk klub ini.

Yessoh misalnya dia bermain total untuk pertandingan kemarin, padahal sedang flu. Bahkan kemarin jam 02.00 pagi, kami mengantarkan dia ke rumah sakit. Dia sakit, tapi saking inginnya bermain, dan ingin mencetak gol buat klub ini, dia main lawan PSIS. Ya, momen (gol) itu belum datang juga, tapi yang kami tahu bermain untuk klub ini dan kami yakin masa itu (gol) akan datang.

Liga ini bukan ibarat lomba lari cepat, liga ini bak maraton. Awalnya, klub bisa menang lima pertandingan, tapi nanti bisa kalah juga. Intinya, hasil di akhir kompetisi.
Kalau boleh jujur, kamu masih nyaman bermain untuk klub ini?

Saat ini ya saya nyaman bermain untuk klub ini. Kadang hal-hal seperti ini kita hadapi di sepak bola, tapi saya nyaman hingga nanti kontrak saya berakhir. Saya ingin terus memberikan yang terbaik, walau dari bangku cadangan.

Saat diturunkan saya berusaha memberikan yang terbaik. Sepak bola bukan permainan individual, sepak bola dimainkan 22 pemain di lapangan, kadang bisa jadi strarting eleven, kadang jadi cadangan, kita semua saling membutuhkan, seperti mencuci tangan tidak bisa dengan satu tangan, butuh keduanya saling bersatu biar bersih. Jadi kita saling kerja sama termasuk manajemen.

Jika ini olahraga individual, dan saya akan main tenis. Tapi ini sepak bola, olahraga tim, jika di masa sulit kita tidak bisa bersama, bagaimana nanti jika di masa indah kita bisa merasakan kebersamaan. Dalam sepak bola jika ada dua grup dalam satu tim, maka suatu hari tim ini akan gagal dan jatuh.

Sama seperti yang saya unggah di akun Instagram. Satu-satunya adalah tentang kerja sama tim. Anda bisa berlatih keras, tapi jika tidak ada kerja sama lupakan semuanya.



loading...

Feeds