Kemenangan PSMS Atas Perseru Ternoda Aksi Penjual Tiket Palsu

Pelaku yang berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Medan Kota, Jumat (20/4/2018) malam.
Foto : ist

Pelaku yang berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Medan Kota, Jumat (20/4/2018) malam. Foto : ist

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Laga PSMS Medan kontra Perseru Serui di Stadion Teladan, Jumat (20/4/2018) malam yang berlangsung tertib harus ternoda dengan kelakukan oknum tak bertanggung jawab.

Pasalnya, para oknum ini menjual tiket palsu sehingga merugikan para pembeli yang niatnya tulus ingin menyaksikan pertandingan home ketiga PSMS pada pekan kelima Liga 1 ini.

Pengungkapan kasus ini berawal saat banyak korban yang sudah membeli tiket dari calo namun tidak bisa masuk ke stadion.

Media Officer PSMS, Bobi Septian menjelaskan saat menscan barcode ternyata tidak terdeteksi. “Tadi ada empat pembeli tiket palsu yang kami amankan, kami tanya-tanya darimana belinya. Kemudian kami koordinasi dengan pihak kepolisian. Ini berkat bantuan suporter juga,” ujarnya usai pertandingan.

Sejatinya, kata Bobi bukan kasus pertama. Pada laga lawan Persija juga diketahui ada yang berlaku curang. Hanya saja saat itu karena laga bigmatch dan sangat ramai ada juga yang lolos. “Tapi kali ini penjagaan di pintu sangat ketat, jadi betul-betul discan. Dan ternyata tidak terbaca,” ungkapnya.

“Saat ini kami dapat laporan, penjual tiket palsunya sudah ditangkap di Polsek Medan Kota,” ungkapnya.

 

Tiket palsu yang diamankan dari tersangka.

Dan, reaksi cepat ditunjukkan Unit Reskrim Polsek Medan Kota yang berhasil menangkap pelaku yang bernama Pramudianda (29) warga Jalan Pelangi Tapian Nauli, Kecamatan Medan Kota.

“Awalnya kami menerima laporan sejumlah korban yang mengaku tidak dapat masuk stadion untuk menonton pertandingan, meski sudah membeli tiket dari calo. Atas informasi itu, jajaran Unit Reskrim dipimpin Kanit Iptu Hardiman langsung melakukan penyelidikan,” ujar Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani.

Dia menjelaskan pelaku menggandakan tiket palsu hingga 40 lembar di fotokopi sekitar Jalan DR GM Panggabean dekat Stadion Teladan. Selanjutnya, pelaku menjual tiket palsu itu seharga Rp25-30 ribu kepada penonton di sekitar Stadion Teladan.

“Pelaku menggandakan tiket tribun terbuka asli yang dibeli seharga Rp35 ribu sebanyak 40 eksemplar. Lalu pelaku menjual tiket palsu itu kepada calon penonton yang berniat menonton pertandingan itu,” jelasnya.

Dijelaskan, menurut pengakuan tersangka, dirinya telah berhasil menjual 20 tiket palsu, sebelum akhirnya diamankan petugas saat menjajakan tiket palsu itu di pintu masuk belakang. Dari pelaku, petugas menyita uang tunai Rp320 ribu hasil penjualan tiket palsu tersebut.

“Tersangka mengaku menggandakan tiket palsu itu belajar dari temannya yang saat ini sudah ke luar kota. Menurut tersangka, baru pertama kali ini beraksi tapi hal itu masih kami dalami dengan pengembangan penyidikan. Sejauh ini, kami telah menerima laporan tiga korban atas nama Firmansyah, Vira Sabina dan M Ivanka Syahputra,” jelasnya.

Selain menangkap tersangka, petugas turut mengamankan dua saksi pekerja fotokopi yang menggandakan tiket palsu itu. Sedangkan barang bukti yang berhasil disita antara lain Rp320 ribu hasil penjualan tiket palsu, 20 sisa tiket palsu, 1 unit monitor dan CPU komputer, serta 1 unit mesin printer yang digunakan untuk memalsukan tiket.

“Dalam kasus itu tersangka dijerat Pasal 263 KUHPidana tentang pemalsuan surat. Terhadap tersangka, diancam hukuman maksimal 6 Tahun penjara,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds