Bisnis Haram Sang Mucikari Medan Ini Terkuak Lewat Aksi Penyamaran Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Petugas Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polrestabes Medan meringkus seorang tersangka perdagangan perempuan (mucikari) bernisial PL alias Lagut alias Mak Cong (25), asal Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut) yang kini berdomilisi di Jalan Pepaya Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira didampingi Kanit Pidum AKP Rafles Marpaung dan Panit VC Iptu Herison Manullang ketika dikonfirmasi, Minggu (22/4/2018) mengatakan, tersangka ditangkap di satu hotel Jalan HM Yamin, Kamis (19/4/2018) pukul 02.30 WIB.

“Ketika itu anggota kita mendapatkan informasi ada seorang pria berinisial PL alias Lagut alias Mak Cong, sering menyediakan perempuan yang nantinya digunakan jasa seksualnya kepada lelaki hidung belang. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti, dimana anggota kita melakukan penyamaran sebagai lelaki hidung belang, dan langsung menghubungi tersagka lewat HP untuk memesan perempuan yang tarifnya Rp2 juta,” ujar Putu.

Tersangka sambung Putu, menyanggupi permintaan anggota polisi yang menyamar. Selanjutnya petugas meminta tersangka mengantar perempuan yang dipesan ke satu kamar hotel lantai IV Jalan HM Yamin.

“Tak lama tersangka tiba bersama seorang wanita pesanan berinisial ANP, lalu mengenalkannya kepada petugas yang menyamar. Setelah itu petugas mengeluarkan uang Rp 2 juta dari saku celananya, dan kemudian memberikan kesempatan ABG Rp500 ribu kepada PL alias Lagut alias Mak Cong sebagai upah, serta Rp 1,5 juta kepada wanita pesanan,” terangnya.

Ditambahkan Putu, setelah transaksi uang, tersangka keluar dari hotel. Setibanya di depan hotel, petugas lainnya yang sudah menunggu langsung meringkus tersangka. Saat diinterogasi, tersangka mengaku perannya sebagai mucikari yang menjual wanita untuk digunakan jasa seksualnya kepada lelaki hidung belang.

“Saat digeledah, dari saku celana tersangka ditemukan uang Rp 500 ribu dan HP yang digunakan tersangka untuk berkomunikasi dengan lelaki hidung belang. Selanjutnya tersangka dibawa ke kamar tersebut dan menemukan petugas menyamar serta wanita pesanan. Selain itu petugas menyita uang Rp1,5 juta, satu kotak alat kontrasepsi. Tersangka mucikari, wanita pesanan dan barang bukti lainnya kemudian diboyong ke Mako guna menjalani pemeriksaan intensif,” pungkasnya.

Tersangka, akan dijerat Pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan atau Pasal 296 KUHPidana. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds