Ngeri! Wartawan Ditembak Saat Liputan Siaran Langsung Aksi Demo

Korban (kiri), demo yang diliputnya (kanan).
Foto : skynews

Korban (kiri), demo yang diliputnya (kanan). Foto : skynews

POJOKSUMUT.com, KEKERASAN mengerikan diterima seorang wartawan yang sedang menjalankan tugasnya meliput unjuk rasa di Nikaragua. Korban adalah Angel Gahona yang melakukan empat hari secara live via Facebook di balai kota di Bluefields, Nikaragua.

Selang beberapa detik, terdengar suara tembakan yang membuat Gahona langsung tumbang di tepi jalan. Banyak orang yang meneriakkan namanya, bahkan seseorang mencoba membalut kepalanya yang tertembak dengan sepotong kain untuk mencoba menghentikan aliran darahnya.

Rekannya sesama wartawan, Gabkna Ileana Lacayo mengatakan, Gahona meninggal sebelum tiba di rumah sakit. Selain Gahona, setidaknya 25 orang lainnya tewas sejak Rabu (18/4/2018), dalam kerusuhan terkait reformasi jaminan sosial yang direncanakan oleh pemerintah Presiden Daniel Ortega.

Seperti dilansir ABC News, Minggu (22/4/2018), menurut kelompok hak asasi manusia terdapat puluhan orang lainnya terluka atau ditangkap saat unjuk rasa. Pada Sabtu (21/4), Presiden Ortega dalam penampilan publik pertamanya sejak demonstrasi dimulai mengatakan, pemerintahnya bersedia untuk mengadakan pembicaraan mengenai perselisihan itu.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, dia mengatakan, ia terbuka untuk bernegosiasi sehingga tidak ada lagi teror bagi keluarga-keluarga Nikaragua. Namun dialog hanya akan diadakan dengan para pemimpin bisnis dan bukan dengan sektor masyarakat lainnya.

Ia juga membenarkan respons keras yang dilakukan pemerintahnya kepada pengunjuk rasa. Bahkan ia menuduh para pengunjuk rasa yang kebanyakan mahasiswa merupakan kelompok yang mudah dimanipulasi oleh kepentingan politik minoritas. Bahkan mereka mungkin disusupi oleh gangster.

“Apa yang terjadi di negara kita tidak memiliki nama. Para mahasiswa tersebut bahkan tidak tahu partai yang memanipulasi mereka. Anggota geng kemudian dibawa ke dalam unjuk rasa para bocah. Itu sebabnya unjuk rasa menjadi berisiko,” kata Ortega. (ina/ce1/trz/JPC/nin)



loading...

Feeds