Sumut Terpilih Jadi Tuan Rumah PON 2024, Begini Tanggapan Kadispora dan Koni Sumut

Jajaran KONI Sumut dan Kadispora Sumut (tiga dari kanan) usai Sumut terpilih menjadi tuan rumah PON 2024 di Jakarta.
Foto : istimewa

Jajaran KONI Sumut dan Kadispora Sumut (tiga dari kanan) usai Sumut terpilih menjadi tuan rumah PON 2024 di Jakarta. Foto : istimewa

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Utara, Baharuddin Siregar publik Suumt harus berbangga atas terpilihnya Sumut sebagai tuan rumah bersama Aceh untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

Penentuan ini setelah dalam sistem pemungutan suara alias voting, Sumut-Aceh memimpin dengan 24 suara dari dari 34 provinsi KONI se-Indonesia (peserta PON) dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Sumut-Aceh mengungguli dua pesaing lainnya, yaitu Bali-NTB dengan 8 suara dan Kalimantan Selatan dengan 2 suara.

“Yang pertama, kita sangat berbangga, karena voters bisa melihat atau memilih tuan rumah secara subjektif. Sumut dan Aceh ini tidak serta merta ingin jadi tuan rumah. Sudah kita siapkan jauh hari. Tahun 2016 sudah kita siapkan,” ujarnya.

Dia juga menilai dengan ini, KONI sudah membuktikan masih memegang suportivitas. “Yang kedua, setelah menang ini, kita tak bisa lagi berleha-leha. Kita harus bergerak cepat untuk memmperbaiki fasilitas-fasilitas yang ada di Sumut. Semua sarana dan prasana harus dimaping (dipetakan). Kita buat mana yang direnovasi, mana yang mau dibangun. Artinya, supaya pelaksana PON berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan kita,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis juga menyambut baik kemenangan ini.

Dia mengurai inilah kali pertama tuan rumah PON dilaksanakan bersama di dua daerah. Ini menjadi langkah maju untuk olahraga Indonesia.
“Ini sebenarnya, karena kita lihat negara kita terdiri dari 34 provinsi, sedangkan PON dilaksanakan empat tahun sekali. Kalau ini digilir maka 132 kali sekali kebagiannya. Ini adalah wacana yang diciptakan provinsi-provinsi yang di luar Pulau Jawa, yang sulit melaksanakan yang cabor olahraganya begitu banyak. Kita memprakarsasi dan mengusulkan kepada KONI Pusat dan Kemenpora agar PON dilaksanakan di dua provinsi yang berdekatan. Dan, Alhamdulillah, Menpora sudah memberikan surat edaran ke seluruh provinsi dan kabupaten kota. Bahwasanya PON itu di dua provinsi dan dapat dilaksanakan dua tahun sekali,” bebernya.
Selepas ini, KONI Pusat menindaklanjuti dengan membuat perubahan AD/ART tentang peraturan PON yang dapat dilaksanakan di dua provinisi. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds

Digugat PKB, Begini Reaksi KPU Medan

"Apapun keputusan Bawaslu nantinya, kita harus hormat dan menjalankan hasilnya. Kalau memang kalah di Bawaslu, maka mungkin bisa menempuh ke …