Ternyata Ini Kasus Ketua Ormas di Sidimpuan Hingga Ditangkap Polisi

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSUMUT.com, SIDIMPUAN-Usai melakukan penangkapan terhadap salah seorang ketua organisasi masyarakat (Ormas) di Kota Padangsidimpuan, FS alias Ucok Kodok, Rabu (25/4/2018) tadi, Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) membeberkan penjelasannya.

Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Ismawansah mengatakan, penangkapan terhadap FS berdasarkan laporan polisi nomor : 114/IV/2018/TAPSEL/SUMUT tanggal 20 April 2018. Laporan tersebut atas nama Rosnilawati Pulungan.

Dalam laporannya, Roslinawati mengaku dirinya menjadi korban penganiayaan sekelompok orang yang mengenakan seragam ormas di areal PT Bona Hutaraja Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapsel.

“Dalam pengaduannya, korban mengatakan kejadian tersebut terjadi Kamis (19/4/2018) siang. Kala itu, korban bersama rekan-rekannya yang bekerja di PT Bona Hutaraja tengah beristirahat di lokasi. Disaat yang bersamaan datang sekelompok orang dengan memakai baju ormas,” ungkapnya.

Setibanya di lokasi, sambung Ismawansa, sekelompok orang tersebut terlibat perselisihan dengan para pekerja PT Bona Hutaraja yang tengah istirahat. Mereka memaksa para pekerja untuk pergi dari lokasi dan membuka portal milik PT Bona Hutaraja.

Namun sayang, permintaan tersebut tidak diindahkan para pekerja. Alhasil, keributan pun terjadi hingga ada penganiayaan yang dilakukan terhadap korban hingga membuat bibir korban mengalami luka. Di samping itu juga, sekelompok orang tersebut melakukan pengerusakan terhadap portal.

“Peran FS sebagai orang yang menggerakkan massa dan memerintah untuk merusak dan membongkar portal,” bebernya.

Tak terima atas kejadian tersebut, korban pun membuat laporan ke Polres Tapsel. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan FS sebagai tersangka.

“Dalam kasus ini, FS dikenakan Pasal 160 dan atau 170 ayat 1 KUHPidana, dengan ancaman kurungan penjara lebih dari 5 tahun,” tandasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds