Bertandang ke Papua, Skuad PSIS Takut Digigit Nyamuk

 Tak hanya Perseru yang diwaspadai PSIS saat tandang ke Marora, juga nyamuk Anopheles (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

Tak hanya Perseru yang diwaspadai PSIS saat tandang ke Marora, juga nyamuk Anopheles (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

POJOKSUMUT.com, PSIS Semarang akan melakoni laga tandang melawan tuan rumah Perseru Serui, Minggu (29/4).

Melawat ke Stadion Marora, Kepulauan Yapen, Papua, skuad Mahesa Jenar tak hanya dihantui kekuatan tim tuan rumah, namun juga bahaya gigitan nyamuk Anopheles.

Gigitan nyamuk Anopheles sebagaimana diketahui memang dapat berujung pada penyakit malaria. Namun, pelatih PSIS, Vincenzo Alberto Annese, mengaku tak takut akan hal itu karena sudah berpengalaman saat tinggal di Ghana.

“Mungkin itu menjadi sedikit masalah bagi sebagian pemain. Tapi, kami tidak terlalu khawatir karena ada tim medis yang selalu memeriksa kondisi pemain,” ujar Annese saat ditemui di Lapangan Terang Bangsa, Semarang, Rabu (25/4).

Di sisi lain, salah satu pemain PSIS, Gilang Ginarsa, juga ogah menjadi pasien penyakit malaria di tengah ketatnya kompetisi Liga 1 2018.

Untuk itu, eks penggawa Arema itu telah meminta tim medis untuk membawa vaksin anti-malaria. “Buat jaga-jaga saja. Antisipasi kan lebih baik,” katanya.

Skuad PSIS melakukan perjalanan ke Serui pada Rabu (25/4) malam WIB. Melalui jalur udara, mereka akan melakukan tiga kali transit yakni Semarang-Makassar, Makassar-Biak, dan Biak-Serui.

Penerbangan ditempuh para pemain PSIS selama lebih kurang 12 jam.

Menurut Gilang yang pernah menjajal rumput markas Perseru saat masih berseragam Madura United, perjalanan itu tergolong melelahkan bagi pemain.

Apalagi mengetahui skuadnya selama ini jarang melakoni pertandingan hingga ke Bumi Cenderawasih.

“Persiapan saya tidak terlalu banyak. Hanya seperti tandang biasa. Harus banyak istrirahat. Transit di Makassar yang cukup lama bisa dimanfaatkan untuk tidur,” tandasnya.

(gul/JPC/jpg/sdf)



loading...

Feeds