JPU Tolak Nota Keberatan Ahmad Dhani

Ahmad Dhani berpose di hadapan awak media saat akan mengikuti sidang perdana pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan kaos yang sedang viral.
Foto: Ismail Pohan/INDOPOS/jpg

Ahmad Dhani berpose di hadapan awak media saat akan mengikuti sidang perdana pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan kaos yang sedang viral. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS/jpg

POJOKSUMUT.com, MUSISI Ahmad Dhani menjalani lanjutan sidang kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (30/4/2018).

Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan Ahmad Dhani pada sidang sebelumnya.

Pihak JPU kemudian membeberkan alasan agar eksepsi Ahmad Dhani tidak disetujui oleh Majelis Hakim.

“Satu, menolak keberatan saudara penasehat hukum terdakwa untuk seluruhnya. Kedua, menyatakan bahwa surat dakwaan atas nama terdakwa Ahmad Dhani telah tertuang dalam no.reg.Per: PDM-221/JKT-SL/Euh.2/03/2018 tanggal 13 maret adalah sah serta sudah memenuhi syarat formil dan materil sebagaimana dimaksudkan dengan ketentuan pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHP,” kata JPU dalam persidangan.

“Ketiga, menyatakan bahwa persidangan tetap harus dilanjutkan,” sambung JPU.

Menanggapi keberatan JPU, pihak Ahmad Dhani tetap pada eksepsi yang diajukan sehingga sidang dilanjutkan pada 7 Mei mendatang dengan agenda membacakan putusan sela.

“Baik kalau begitu. Nanti memberikan kesempatan kepada kami untuk musyarawah dulu selama seminggu untuk berikan putusan sela,” kata Hakim Ketua.

Ahmad Dhani didakwa Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE dengan ancaman enam tahun penjara.

Suami Mulan Jameela itu menjadi terdakwa usai dilaporkan Jack Boyd Lapian, pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pikada DKI Jakarta 2017.

Tiga cuitan Dhani di Twitter via akun @AHMADDHANIPRAST pada 6-7 Maret 2017 dianggap menyebarkan kebencian dengan nuansa suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) terhadap Ahok. (mg7/jpnn/nin)



loading...

Feeds