Stok Beras & Gula Pasir di Medan Aman Hingga Lebaran

Petani bekerja di sawah padi
foto : pixabay

Petani bekerja di sawah padi foto : pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Stok beras dan gula pasir di Medan diklaim aman atau mencukupi saat bulan suci ramadhan hingga lebaran mendatang. Selain itu, harga kedua bahan pokok tersebut cenderung relatif stabil.

“Hasil monitoring yang dilakukan, stok beras dan gula pasir masih mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri dengan harga jual relatif stabil,” kata Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Medan, Khairuddin Lubis akhir pekan ini.

Ia mengaku, monitoring dilakukan di kawasan grosir beras dan gula pasir Jalan Sibayak Medan. Kawasan ini terkenal sebagai sentra penjualan beras dan gula dalam jumlah besar. Dari belasan grosir, tim monitoring mendatangi 7 grosir.

“Berdasarkan pengakuan sejumlah pemilik grosir, sampai saat ini stok beras masih mencukupi dan harga cenderung stabil,” katanya.

Disebutkan Khairuddin, harga beras medium dijual Rp.8.900 hingga Rp9.900/kg. Sedangkan beras premium Rp.10.100 hingga Rp.13.000/kg.

“Stok beras medium dan premium realtif aman, sebab pasokan setiap minggunya berkisar 50 ton. Umumnya pasokan beras ini berasal dari kilang di Pantai Labu, Pematang Siantar, Langkat, Aceh, Porsea dan Balige,” sebutnya.

Selain dari daerah tersebut, sambungnya lagi, pasokan beras, terutama beras premium berasal dari sejumlah daerah di Pulau seperti Solo. Hanya saja beras premium dari Pulau Jawa tidak banyak distok lantaran harga jualnya relatif tinggi sehingga minat warga membelinya berkurang. Namun bila dibutuhkan, bisa dipasok.

“Stok beras dipastikan aman. Apalagi dalam bulan ini, banyak daerah lumbung-lumbung padi di Nanggroe Aceh Darusalam akan panen besar hingga bulan Juni. Mudah-mudahan stok beras untuk Kota Medan tidak kekurangan,” ungkapnya.

Lebih jauh ia mengatakan, untuk gula pasir kondisinya juga demikian. Stok dan harga jualnya masih relatif aman dikisaran Rp10.300 hingga Rp10.500/kg.

“Walaupun di grosir hanya disediakan 20 karung berisi 50 kg gula pasir, namun mereka punya stok di gudang. Begitu dibutuhkan, pedagang langsung ambil dari gudang,” bebernya.

Dia menambahkan, kepada para pedagang beras dan gula diingatkan agar tidak menaikkan harga menjelang datangnya bulan suci Ramadhan maupun Hari Raya Idul Fitri. Sebab, pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara ketat sehingga harga di pasaran, terutama tingkat eceran tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat.

“Kita tidak mau momentum hari besar keagamaan digunakan untuk meraup keuntungan besar,” tandasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds