Edan! 4 Kg Sabu dan 4 Ribu Ekstasi Itu Dibawa Sipir ke Lapas Dini Hari

Ketiga tersangka yang diamankan dan terlibat dalam peredaran narkoba dalam Lapas Lampung.
Foto : Andi Apriani/RadarLampung

Ketiga tersangka yang diamankan dan terlibat dalam peredaran narkoba dalam Lapas Lampung. Foto : Andi Apriani/RadarLampung

POJOKSUMUT.com, LAMPUNG-Fakta mengejutkan terungkap dari penangkapan empat orang tersangka peredaran narkoba yang melibatkan satu oknum polisi dan satu oknum pegawai sipir Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kalianda, Lampung Selatan.

Ini setelah Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung mendapatkan informasi, bahwa ada pengiriman narkoba dengan jumlah cukup akan di kirim ke Lapas yang ada di Lampung.

Asal narkoba yang berhasil disita sebanyak 4 kilogram sabu dan 4 ribu butir pil ekstasi ternyata dikirim dari Aceh. Masuk ke lapas melalui sipir, dilakukan pukul 02.00 WIB dinihari.

Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga menjelaskan, pihaknya mendapat informasi bahwa ada barang masuk yang melibatkan oknum polisi.

Setelah mendapat informasi itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polda Lampung. “Informasinya 4 kilogram sabu dan 4 ribu butir pil ekstasi dikirim dari Aceh. Kamudian, kami lakukan penyelidikan dan berhasil menangkap para tersangka ini,” ujarnya, Selasa (8/5/2018) seperti dilansir Radarlampung.co.id (grup Pojoksumut).

Narkoba yang dikirim dari Aceh tersebut, lanjut Tagam, dibawa oleh tersangka Hendri Winata akan dikirim ke dalam Lapas melalui salah satu pegawai sipir Lapas Kalianda.

 
“Oknum anggota Polisi Bripka Adi Setiawan tidak bisa masuk ke dalam sel Lapas. Jadi, yang menerima barang itu sipir lalu diberikan kepada Marzuli napi di dalam lapas. Barang itu dimasukan sekitar pukul 02.00 WIB dinihari,” paparnya.

Tagam menambahkan, narkoba itu disimpan di dalam brangkas dan mengetahui kode nomor brangkas adalah tersangka Marzuli yang berada di dalam Lapas.

“Jadi narkoba yang disimpan dalam 4 brangkas dibawa oleh sipir ini ke tersangka Marzuli ini, untuk membukanya, setelah dibuka lalu dipecah di dalam lapas dan dibawa keluar lagi oleh si sipir ini,” terangnya.

“Pegawai sipir Rechal Oksa Hariz sudah menerima uang Rp100 juta, setiap pengiriman barang dia dapat uang Rp5 juta hingga 10 juta. Satu kilogram sudah lolos beredar, saat ini masih kami kembangkan,” katanya.

Sementara barang bukti yang berhasil disita berupa, sabu-sabu 4 kilogram, 4 ribu butir pil ekstasi, uang tunai Rp 49.525.000, dua unit mobil, dua unit sepeda motor, 4 brangkas yang digunakan untuk menyimpan narkoba, timbangan digital, beberapa unit handphone, sejumlah bal plastik klip dan satu bilah senjata tajam.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung bersama Direktorat Narkoba Polda Lampung berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba sabu sebanyak 4 kilogram dan 4 ribu butir pil ekstasi yang dikendalikan dari dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kalianda, Lampung Selatan. Dari hasil penangkapan di Homestay Green Lubuk, Jalan Raya Lintas Sumatera, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, petugas menangkap oknum polisi Bripka Adi Setiawan (36) dan mengamankan Bripka Tony Afriansyah (32). (ndi/gus/JPG/nin)



loading...

Feeds