BYTE 2018, Ekonomi Kreatif di Medan Sangat Potensial

Para narasumber dan peserta  Bekraf Young Tecnologi Enterpreneurs (BYTE) berfoto bersama, Rabu (9/5/2018) di Medan.
Foto : nin/pojoksumut

Para narasumber dan peserta Bekraf Young Tecnologi Enterpreneurs (BYTE) berfoto bersama, Rabu (9/5/2018) di Medan. Foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Potensi ekonomi kreatif di Medan sangat luar biasa. Inilah yang mendasari Badan Ekonomi Kreatif (Berkraf) menggelar Bekraf Young Technology Enterpreneurs (BYTE) untuk ratusan mahasiswa yang ada di Kota Medan, di Karibia Hotel, mulai 9-11 Mei 2018.

Hal tersebut dikatakan Kasubdit Edukasi Subsektor Ekonomi Kreatif, Toar R E Mangaribi, sejak Bekraf datang 2016, pihaknya meyakini potensi kreatif orang Medan sangat tinggi. “Dan, SDM di sini sangat luar biasa. Medan sangat potensial,” ujarnya di sela-sela acara, Rabu (9/5/2018).

Tahun ini, Bekraf menyasar mahasisiwa yang baru membangun atau merintis usaha. “Tujuannya utuk lebih mengarahkan mahasiswa. Karena mahasiswa garda terdepan untuk mencetak enterprenuer. Dia (mahasiswa) bisa jatuh bangun, saat jatuh mereka bisa bangun kembali. Daya kreasi mahasisa cukup, dan bisa diandalkan. Karena di era yang sekarang sangat digitalisasi, mahasiswa sangat cepat beradaptasi dan menanggapi perubahan teknologi yang dihadapi masyatakat zaman sekarang,” ungkapnya.

Dalam acara ini Bekraf bekerjasama dengan Aksi Nusantara lebih pada memperkenalkan bagaimana solusi dan teknologi praktis di zaman digital saat ini bagi para entrepreneur kreatif dalam menjalankan usahanya.

“Mengapa mahasiswa? Sebab keterlibatan para mahasiswa dalam acara ini adalah sebagai mitra strategis bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), di mana bukan saja mereka bisa memasarkan produk mereka sendiri tetapi juga mereka dapat menjadi konsultan atau perwakilan perusahaan pendukung yang berperan membantu pelaku UKM memahami dan menerapkan solusi dan teknologi yang dibahas dalam acara,” beber Toar.

Toar juga menambahkan, acara ini juga dapat menjadi ajang penciptaan lapangan kerja di sektor industri kreatif bagi para mahasiswa, sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk berperan sebagai katalis dan agen perubahan (agent of change) dalam ekosistem kewirausahaan dan ekonomi kreatif.

Solusi dan teknologi yang akan jadi topik pembahasan dalam Workshop difokuskan pada bidang pemasaran dan mencakup fotografi, pemasaran daring (online marketing), perdagangan daring (e-commerce), dan softaware produk desain (fusion).

Sebanyak 100 peserta di kegiatan ini berasal dari Universitas Negeri Medan (UNIMED), Politeknik Negeri Medan (Polmed), Universitas Potensi Utama, Triguna Dharma, Universitas Sumatera Utara (USU), UIN SU, Universitas Medan Area (UMA), LP3i, UNMAL, UNHAR dan lainnya.

Mereka diberikan materi luar biasa dari beberapa narasumber, sebut saja Firstman Marpaung dari Aksi Nusantara, seorang motivator ulung yang berbagi inspirasi dan tips seputar pengembangan bisnis daring (online business) dan platform Aksi Nusantara. Selanjutnya perusahaan e-commerce dari Joviana Aprilia dari Line akan memperkenalkan tentang e-commerce and konsep online marketplace, serta bagaimana para pelaku UKM dapat memperluas pasar dengan berjualan online.

 

Para narasumber Bekraf Young Tecnologi Enterpreneurs (BYTE).
Foto : nin/pojoksumut

Juga ada Eko Nugroho dari Kumara akan membuat boardgame khusus untuk para entreprenneur, Jimmy Bowie Soedomo yang berbagi ilmu bagaimana mendesain sebuah produk atau asesorisnya dengan menggunakan software Fusion. Terakhir Carlo Kawilrang sebagai fotografer yang akan mengajarkan tehnik memotret dengan menggunakan smartphone untuk bisa jualan di online.

“Kami berharap dengan BYTE ini bisa mencetak banyak enterprenuer dari mahasiswa. Bekraf ingin pelaku ekonomis kreatif bertambah. Termasuk bagaimana membuat produk yang bisa dijual ke luar negeri,” pungkasnya.

Hadir juga dalam acara ini Debbie Rianui Panjaitan, Kepala Seksie Informasi Kebudayaan dan Pariwisata Sumut. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds