Saran Del Piero Agar Indonesia Lolos Piala Dunia

Del Piero saat temu pers di JW Marriot Medan,  Kamis (17/5/2018).
Foto : pojoksumut

Del Piero saat temu pers di JW Marriot Medan, Kamis (17/5/2018). Foto : pojoksumut


POJOKSUMUT.com, INDONESIA belum pernah mencatatkan kiprah di Piala Dunia. Walaupun sejarah mencatat, ada satu kali keikutsertaan atas nama Hindia Belanda, pada Piala Dunia 1938. Legenda Italia, Alessandro Del Piero menyarankan Indonesia tidak pernah menyerah karena suatu saat hal itu mungkin saja terwujud.

“Jawaban gampangnya ya, menangkan penyisihan grup lalu masuk kualifikasi. Itu cara mudahnya. Tapi untuk lebih dalam perlu investasi, coaching staf yang bagus dan mentalitas yang sangat kuat. itu dari segi manajerial. Selain itu dari segi pemain passion itu sangat penting. Untuk main di level yang tinggi kita harus mimpi terus dan terus tambah, “ ujarnya saat kunjungan ke Medan,  Kamis (17/5/2018).

Menurutnya Indonesia harus terus bermimpi dan mewujudkannya. Untuk itu diperlukan kerja keras.

 

“Sepak bola adalah olahraga terkenal di dunia dan semua mau masuk piala dunia. Indonesia masuk piala dunia harus menjadi target bagi semua orang. Kalaupun tidak masuk, buatlah itu sebuah mimpi dan temukan jalannya terus,” katanya.

“Banyak negara yang baru satu kali ikut Piala Dunia. Dan mereka membuat itu menjadi kenyataan, karena itu kau harus membuat perubahan sehingga membuat satu kali itu ada. Dan terus mencoba agar mimpi itu menjadi kenyataan,” katanya.

Begitupun Del Piero juga menerima kenyataan pahit karena negaranya tahun ini gagal lolos ke Piala Dunia. Pemain yang membawa Italia juara dunia 2006 itu tentu mengakui jika hal itu adalah sebuah kegagalan.

“Ini adalah bencana bagi kami. Kami enggak bisa menyembunyikannya. Dan tidak ada yang bisa menyembunyikannya. Kami harus menghadapi kenyataan itu,” katanya.

Meski buruk, dia tetap menerima kenyataan Gli Azzurri kalah dalam persaingan menuju Rusia 2018. Padahal, sepak bola Italia tengah kembali bergeliat. “Sepak bola internasional kami memburuk. Timnas kami memang kurang baik. Padahal kompetisi kami sedang naik,” lanjut dia.

“Itu dibuktikan dengan tim kami Juventus bisa mencapai dua final dalam tiga tahun. Selain itu tahun ini juga ke semifinal. Roma juga membuat semifinal yang fantastik. Dengan pelatih baru, Mancini, kita coba memperbaiki. Tapi memang perlu kerjasama berbagai pihak, baik federasi, klub dan timnas,” pungkasnya. (CR-2/pojoksumut)

 



loading...

Feeds