Sepekan Ramadan Harga Komoditas Masih Stabil, Cabai Anjlok

Cabai merah 
foto ; pixabay

Cabai merah foto ; pixabay



POJOKSUMUT.com, MEDAN-Memasuki sepekan bulan ramadan, sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat terbilang stabil. Bahkan, beberapa komoditas pangan seperti cabai merah justru mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Menurut Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, menjelang ramadan sebelumnya harga cabai merah terpantau diperdagangkan Rp33.000 per kilogram (kg). Akan tetapi, saat ini harganya sudah turun dikisaran Rp20.000 per kgnya.

“Harga cabai saat ini anjlok dikarenakan sisi pasokan yang meningkat, sedangkan jumlah konsumen atau pembelinya mengalami penurunan. Hal inilah yang menjadi pemicu melemahnya harga komoditas tersebut,” ujar Gunawan, Selasa (22/5/2018).

Menurut dia, selain cabai merah, cabai rawit dan bawang putih juga anjlok harganya. Cabai rawit dijual dikisaran Rp25.000 per kg dan bawang putih Rp20.000 per kg.

“Harga komoditas ini mengalami penurunan yang sangat tajam, karena konsumen menjadi pemicunya. Kalau di hari normal, pembeli itu juga datang dari sejumlah restoran, rumah makan, atau pedagang kaki lima. Saat ini konsumen didominasi oleh rumah tangga langsung sehingga pola belanjanya berubah dan mempengaruhi harga,” kata Gunawan.

Hal yang sama juga dialami oleh harga daging sapi. Kini, daging sapi harganya sudah mulai berbalik mendekati harga normal biasanya direntang Rp110.000 hingga Rp120.000 per kg. Meskipun di sejumlah tempat harga daging masih dijual dikisaran Rp125.000 per kg.

“Berbeda dengan harga di atas, harga wortel mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Kenaikan harga wortel bahkan mencapai 50 persen lebih. Wortel yang biasa dijual dikisaran Rp7.000 per kg, sekarang harganya meroket menjadi Rp12.000 per kg. Untuk penyebabnya masih kita pelajari. Walau demikian, harga wortel ini kenaikannya diyakini tidak akan mempengaruhi inflasi secara keseluruhan,” cetusnya.

Ia menambahkan, sejauh ini menjelang ramadan bisa dilihat fenomena harga yang terjadi belakangan tidak akan menyulut terjadinya tekanan inflasi yang besar.
‚ÄúRamadan tahun ini tidak akan menyumbangkan inflasi yang signifikan, dan semuanya masih cukup terkendali,” tandasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds