Gara-gara Jengkel, Ayah Tampar Anaknya yang Masih Balita

Tersangka diamankan di Polres Asahan.
Foto : Metro Asahan/JPG

Tersangka diamankan di Polres Asahan. Foto : Metro Asahan/JPG

POJOKSUMUT.com, ASAHAN-Belum lagi hilang dari ingatan kasus penganiayaan yang dialami Aulia Patin, balita tiga tahun yang tewas di tangan ibu kandungnya di Asahan, kini kisah tragis lainnya dialami MN, balita berusia 4 tahun.

Pelakunya tak lain adalah ayah MN, Sutrisman alias Kancing (31) warga Dusun IX, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat. Dia menganiaya korban hingga luka-luka. Beruntung, aksi pelaku langsung diketahui personel Polres Asahan dan meringkusnya, Rabu (23/5) sekira pukul 11.00 WIB.

Penangkapan itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Asahan AKP M Arief Batubara didampingi Kanit PPA Ipda Nanin Aprilia Fitriani.

“Penangkapan berawal dari laporan yang mereka terima, Sabtu (19/5) telah terjadi penganiayaan terhadap anak kandung berinisial MN (4) yang dilakukan oleh ayahnya,” kata AKP M Arief Batubara.

Tersangka terbukti dan mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban. “Tersangka mengakuinya. Penganiayaan itu dilatarbelakangi rasa kesal akibat korban (MN, red) tidak mau disuruh pulang. Makanya korban dipukul dan mengalami luka pada bagian pipi. Pipinya bengkak dan bibir pecah,” terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 80 (1) jo Pasal 76 C UU RI. No. 35 Tahun 2014 Tentang perubahan UU No 23 tentang Perlindungan anak, Pasal 351 (1) KUH Pidana dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan ditambah sepertiga karena perlakuannya orang tua kandung,” jelasnya.

Penganiayaan itu dibenarkan tersangka. “Saya jengkel, disuruh pulang tidak mau lalu saya tampar wajahnya,” ujarnya dengan nada ringan. (fm/ma/JPG)



loading...

Feeds