Razan, Bagaimana Aku Memulai Kisahmu?

Razan Najjar
Foto : manartv.com

Razan Najjar Foto : manartv.com

POJOKSUMUT.com, TEWASNYA Razan An-Najjar, petugas medis yang sedang menjalankan tugas di dekat Khan Yunis, di selatan wilayah pagar perbatasan Gaza, setelah ditembak tentara Israel menjadi perbincangan dunia.

Tak terkecuali di Indonesia. Bagaimana tidak, perempuan berusia 21 tersebut meregang nyawa saat masih mengenakan seragam media putih-putih, tepat hari ke-16 Ramadan atau, Jumat (1/6/2018).

Seragam medis itu tampak bolong dan penuh darah karena peluru. Rekan petugas medis lainnya tak sanggup menahan tangis.

Dia adalah satu dari ratusan korban yang tewas karena kebrutalan tentara Israel saat warga Palestina terus berjuang dalam aksi damai Great March of Return untuk membela tanah yang dijajah kedzaliman Israel.

Bahkan hari ini, Minggu (3/6/2018), militer penjajah Israel kembali menyerang Gaza dengan sasaran kamp militer pejuang palestina. Ini dikabarkan Bang Onim yang dikenal sebagai aktivis kemanusiaan Indonesia untuk Palestina.

Kepedihan atas kepergian Razan juga diungkapkan penulis ternama Indonesia, Helvy Tiana Rosa lewat akun Instagramnya. Dia membuat judul ‘Razan, bagaimana aku memulai kisahmu?’

Berikut petikan puisi yang sangat menyentuh untuk mengenang insiden tewasnya Razan. (nin/pojoksumut)

Razan, bagaimana aku memulai kisahmu?’

Detak rindu yang tumbuh
dari bukitbukit matamu
menyeruak jauh menembus dinding pulazi,
melewati perbatasan Gaza, Palestina

Razan,
kilau keberanian dan ketulusan
dua puluh satu tahun di jubah putihmu
telah memperpanjang napas cinta
dunia yang kian sekarat.
Adakah yang pernah kau lakukan
selama hidupmu,
selain menolong sesama?

Tapi peluru para sniper zionis
tak pernah kenal wajah kemanusiaan
atau kebaikan.
Bengis mereka bidik
bukan hanya jantung
para pejuang tanah airmu,
namun tanpa malu mereka bantai
para bocah, jurnalis,
atau relawan medis sepertimu

Razan,
apa yang harus kuucapkan tentangmu?
Aku merasakanmu

Ketika kau terkapar hari itu di Khan Younes,
aku menangis sesenggukan di kamarku
Parau memanggil manggil namamu dalam ketidakberdayaan, sambil mengutuk Rebecca, Netanyahu, Trump dan entah siapa

Tiba tiba kucium aroma langit
para bidadari
DI sudut sepi,
puisi puisiku rebah berlumuran darah,
mendekap tubuhmu yang kesturi

(@helvytianarosa, 2 Juni 2018)



loading...

Feeds