MUI Rekomendasikan 5 Program Ramadan di TV Swasta Ini Dihentikan

MUI

MUI

POJOKSUMUT.com, MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan rekomendasi stop tayang untuk lima program ramadan yang menghiasi layar kaca di televisi swasta Indonesia.

Kelima acara tersebut adalah Ramadhan di Rumah Uya (Trans 7), Brownis Sahur (Trans TV), Ngabuburit Happy (Trans TV), Sahurnya Pesbuker (ANTV) dan Pesbuker Ramadhan (ANTV).

Dilansir dari laman resmi MUI, rekomendasi ini dikeluarkan karena acara-acara tersebut dinilai melampai kepatutan dan kepantasan untuk program ramadan. “MUI merekomendasikan pemberian sanksi berat berupa pemberhentikan penayangan program,” begitu keterangan dalam laman resmi MUI.

Rekomendasi ini tentunya keluar bukan tanpa alasan. Sebab, ini adalah pantauan MUI sejak tahun 2007 bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat.

Ada sebanyak 15 TV dipantau oleh 20 pemantau dari empat komisi di MUI (Infokom), Fatma, Dakwah, Kajian dan Pendidikan) dan tiap TV dipantau dua orang.

Fokus pantauan terdiri dari kepatuhan pada regulasi penyiaran, kesesuaian dengan fatwa MUI terkait penyiaran, komunikasi, dakwah, kompetensi dan akhlak pengsi program siaran TV.

“MUI menemukan program berlabel ramadan masih banyak ditemukan gaya pembawaannya, dan pilihan waktu tampilannya tidak sejalan dengan spirit ramadan,” lanjut keterangan tersebut.

Terutama banyak terjadi pada program komedi, tayangan live, atau program konser musik dan sinetron. “Trio Trans TV, Trans7 dan ANTV msih mendominasi program yang paling banyak dikritik. Ini disayangkan, karena Trans Corp sebenarnya juga memproduksi sejumlah program positif. Untuk itu beberapa program yang dinilai melampaui kepatutan dan kepantasan program Ramadan, MUI merekomendasikan pemberian sanksi berat berupa pemberhentian penayangan program (kelima program tersebut),” tutup keterangan tersebut. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds