Dipecat Sepihak, Simak Curhatan Pelatih Fisik PSMS Ini

Djanur bersama dua asistennya Suwanda (tengah) dan Yoyok (kiri).
Foto : Instagram/muhamadyusupprasetiyo

Djanur bersama dua asistennya Suwanda (tengah) dan Yoyok (kiri). Foto : Instagram/muhamadyusupprasetiyo

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pelatih Fisik PSMS, Suwanda mengaku tahu kabar pemecatan dirinya dari media sosial Instagram. Diapun terkejut, karena sejatinya sudah mempersiapkan bahan untuk evaluasi yang diminta pengurus.

“Enggak ada pengurus dan manajemen yang menghubungi saya. Jadi antara percaya enggak percaya dengan keputusan ini. Saya orangnya ya dipecat alhamdulillah, enggak dipecatpun tetap bersyukur. Hal-hal yang begini biasa saja. Tapi cara yang begini bukan profesional,” ujarnya kepada Pojoksumut.com, saat dihubungi, Sabtu (9/6/2018) siang.

“Saya terkejut begitu Dokter Tim PSMS telepon saya. Tanya saya sudah tahukah kabar. Saya bilang enggak tahu apa-apa. Lalu dokter kirim kabar di Instagram,” timpalnya.
Wanda-sapaan akrabnya, menegaskan dirinya sudah bicara dengan Djajang Nurjaman, pelatih kepala PSMS tentang ini. “Saya sudah konfirmasi ke headcoach. Jadi keputusan ada di headcoach. Karena Coach Djanur katanya akan berkoordinasi dengan beberapa orang penting juga. Saya sifatnya menunggu saja,” jelasnya.

Dia mengurai usai lawan Persib Bandung, sudah mempersiapkan bahan evaluasi yang diminta manajemen pengurus. “Katanya kan ada evaluasi. Mau staf, pelatih dan segala macam. Kita staf pelatih sudah siapkan semuanya soal kenapa ini kondisinya dan lain-lain sesuai permintaan manajemen dan pengurus. Di bidang conditioning pun saya sudah buat, kita bicara sepak bola bicara sport science, termasuk coach Yoyok (Muhammad Yusuf Prasetyo) juga sudah buat analisis. Nah, belum dapat jadwal kapan evaluasinya, tiba-tiba sudah dapat kabar ini,” jelasnya.

Cara pendepakan yang dilakukan manajemen pengurus disebut Wanda ibarat tidak paham sepak bola. “Maaf, saya bukan untuk menjelekkan. Saya jadi bingung, mereka mengerti benar-benar atau enggak di bidang sepak bola. Tapi ya udah saya ikhlasin saja. Di PSMS ini saya baik-baik saja, jujur saya kerja di PSMS utuk headcoach dan tim. Saya bekerja profesional sesuai job desk. Saya tidak menjelekkan orang, tapi saya dijelekin,” tukasnya.

Dia pun menjelaskan akibat persoalan ini terpaksa menunda jadwal pulang kampung ke Jakarta bersama keluarganya. “Saat ini saya masih di Medan. Rencananya, Senin mau ke Jakarta mau liburan sama keluarga. Saya cancel semuanya demi ini. Nunggu ini dulu (kepastian), karena nanti pihak terkait, Selasa mau datang ke Medan,” beber pria yang sudah tiga tahun jadi warga Sumut ini.

Disinggung soal haknya di PSMS, Wanda mengaku tak ada masalah. “Hak oke, cuma memang ada beberapa hal tanda kutip yang belum bisa saya jelasin,” ungkapnya.

Ditanya apakah THR dari PSMS sudah cair, Wanda mengaku belum. “Itu yang kita tunggu, ternyata yang keluar malah kabar begini. Ini Kado ulang tahun yang pahit juga buat saya. Tapi enggak apa, saya ikhlas,” pungkas pria kelahiran 6 Juni ini. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds