Yoyok Sebut Pemecatan Dirinya dari PSMS Tidak Gentlemen

Asisten Pelatih PSMS, Yoyok didampingi kiper Dhika Bayangkara  beberapa waktu lalu.
Foto : ist

Asisten Pelatih PSMS, Yoyok didampingi kiper Dhika Bayangkara beberapa waktu lalu. Foto : ist

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Asisten Pelatih PSMS, Muhammad Yusuf Prasetyo akhirnya angkat bicara terkait kabar pemecatan dirinya. Sempat memilih enggan bicara banyak, Yoyok-sapaan akrabnya, memilih menggunakan media sosial mengekspresikan perasaannya.

Lewat akun Instagramnya, Sabtu (9/6/2018), Yoyok mengatakan mendengar info pemecatan dirinya via berita online adalah hal yang tidak gentlemen.

Terlebih dilakukan oleh manajemen tim yang kontestan Liga 1, kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

Lalu dia mengisahkan bagaimana sejatinya pemecatan bukan kali pertama dialaminya, namun sebelumnya caranya lebih manusiawi.

“Club terakhir saya bekerja di China langsung memecat saya di depan staff pelatih lainnya setelah saya melakukan evaluasi hasil kinerja saya selama setengah musim kompetisi. Itu hal yg lebih menyenangkan bagi saya pribadi. Karena saya sangat paham bahwa di dunia profesional tidak ada proyek jangka panjang, anda harus menang jika tidak ingin mengalami masalah,” ungkapnya.

Yang membuatnya kecewa tentu karena faktanya Pelatih Kepala PSMS, Djajang Nurjaman pun tidak diberi tahu lebih dulu soal pemecatan dirinya dan pelatih fisik, Suwanda. CEO PSMS, Dody Taher malah lebih dulu mengungkap ke media, Jumat (8/6/2018) malam saat media gathering dan buka puasa bersama.

 

“Tapi ini suatu hal yang cukup membuat saya tidak mengerti dan bertanya2, apa yang terjadi pada anak muda yg baru lahir kmrin sore di sepakbola, sedangkan pelatih kepala pun tidak tahu mengenai hal ini,” lanjutnya.

“Meskipun pada akhirnya bagi saya ini salah satu hal yang akan membuat saya lebih kuat dimasa depan karena terjadi di awal2 karir saya. Semoga hal yang demikian ini tidak terjadi dengan tim lainnya,” tulisnya.

Yang paling miris harus diterima Yoyok adalah hingga saat ini, belum ada pihak manajemen pun meneleponnya. “Karena sudah 17 jam kurang lebih sejak berita ini keluar, sampai detik ini tidak ada satupun management yang mengkonfirmasi kepada saya mengenai berita ini,” tegasnya.

Tak lupa dia menyampaikan salam perpisahan untuk suporter Ayam Kinantan. “Untuk fans fanatik PSMS Medan dimanapun berada, kalian satu2nya harga diri yang masih dimiliki sepakbola Medan dan patut disegani oleh siapapun, suatu hal yang sangat mengesankan dalam karir saya bisa melihat kegilaan kalian terhadap club ini. Sampai jumpa di lain waktu. Tetap berkarya dan sukses selalu,” tutupnya. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds