Beginilah Jadinya Ketika Berani Membobol Rumah Tetangga Kapolsek

Korban yang terpaksa ditembak Kapolsek karena melawan saat aksinya membobol rumah kosong ketahuan Kapolsek.

Korban yang terpaksa ditembak Kapolsek karena melawan saat aksinya membobol rumah kosong ketahuan Kapolsek.

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Dua perampok rumah kosong di libur Lebaran ini benar-benar nahas. Siapa sangka, sasaran rumah yang dirampok ternyata berdampingan dengan rumah Kapolsek.

Alhasil, baku tembak terjadi, satu diantaranya tewas. Ini terjadi di Komplek Pesona Bandara Blok A4 RT 15 Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami, Minggu (17/6/2018) sekira pukul 10.30 WIB.

Aksi tembak antara Kapolsek Kemuning, Palembang, Sumatera Selatan, AKP Robert Perdamaian Sihombing ini sempat menjadi tontonan warga sekitar. Akhirnya seorang pelaku bernama Artino (38) yang merupakan warga Desa Simpang Nibung, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun Jambi itu roboh setelah peluru sang Kapolsek menembus perut, dada dan kakinya. Karena lukanya sangat parah maka perampok itu pun tewas. Tertembaknya pelaku ini juga sempat direkam warga dan beredar di media sosial.

Menurut Robert, awal kejadian dia mendengar ada suara pintu terbuka dari rumah tetangganya, Rendi. Padahal tetangganya itu diketahui Robert sedang mudik. Maka insting dan naluri sebagai aparat penegak hukum Robert mengatakan ada yang tidak beres di rumah tetangganya. Maka dengan pelan-pelan Robert mengintai dan mendekati rumah tetangganya tadi. Ternyata benar, ada itu, dua pria tidak dikenal berada dalam rumah tetangganya tersebut.

Dilihatnya salah satu pelaku keluar dari pintu belakang rumah. Rupanya kedatangan Robert diketahui pelaku maka salah seorang diantara mereka melepaskan tembakan ke arah Robert. Namun naluri polisinya, Robert yang sudah siap siaga langsung membalas menembak.

Tak lama anggota dari Polsek Sukarami tiba di TKP. Dari tangan pelaku ini, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat milik pelaku, tiga gelang, satu buah kalung mas, dua antingan, dua cincin yang diduga milik korban Rendi, kunci leter L, milik pelaku dan dompet milik pelaku yang berisikan uang tunai kurang lebih satu juta, SIM A, tiga unit handphone merk Nokia, masker dan kopcah milik pelaku. Kasus tersebut ditangani Polsek Sukarami. (sumeks/JPG/nin)



loading...

Feeds

Digugat PKB, Begini Reaksi KPU Medan

"Apapun keputusan Bawaslu nantinya, kita harus hormat dan menjalankan hasilnya. Kalau memang kalah di Bawaslu, maka mungkin bisa menempuh ke …