Imigrasi Tanjungbalai Diduga Telantarkan 62 Warga Negara Bangladesh

Warga negara Bangladesh menanti kepastian hukum, karena memasuki wilayah Tanjungbalai dengan jalur ilegal.
Foto : Taufik/pojoksumut

Warga negara Bangladesh menanti kepastian hukum, karena memasuki wilayah Tanjungbalai dengan jalur ilegal. Foto : Taufik/pojoksumut

 

POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI–Kantor Imigrasi kelas II Tanjungbalai-Asahan diduga menelantarkan sebanyak 63 warga Negara Bangladesh. Ini dikarenakan enggan menerima limpahan hasil tangkapan dari pihak kantor Bea Cukai Teluk Nibung.

Akibatnya, para warga Bangladesh ini harus menunggu berjam-jam di pelabuhan penumpang ferry internasional Teluk Nibung, tanpa kepastian hukum.

Menurut salah seorang pegawai imigrasi yang ditemui awak media, Kepala Kantor Imigrasi Huntal Hutauruk belum mau menerima limpahan tangkapan pihak Bea Cukai ini dikarenakan tidak adanya tanda tangan kepala kantor Bea Cukai yang saat ini tidak berada di tempat.

“kepala kami tidak mau menerima, karena tidak adanya berita acara pelimpahan yakni Laporan Kejadian (LK) yang seharusnya ditanda tangani kepala kantornya,” ucap salah seorang pegawai imigrasi tersebut.

Sementara itu, pihak Bea Cukai sudah meminta meminta kepada pihak imigrasi kalau soal tanda tangan tersebut bisa dikirim menyusul, hal ini dikarenakan kepala kantor tidak berada di tempat.

Sebelumnya, pihak patroli Bea cukai Teluk Nibung bekerjasama dengan Bea Cukai Tajungbalai Karimun mengamankan satu kapal motor KM Bintang Utara di perairan Selat Malaka atau tepatnya di sebelah timur Pulau Pandai yang mengangkut 62 warga Negara Bangladesh.

Mereka terdiri dari 58 lelaki, 3 perempuan dan 1 anak-anak. Rencananya puluhan warga Negara Bangladesh ini akan diberangkatkan dari Batubara menuju Malaysia dengan menempuh jalur ilegal.

Mereka ini merupakan korban dari sindikat internasional terorganisir antara agen dari Bagladesh dan agen dari Indonesia. Seperti dikatakan oleh Imran Syah (23) salah seorang warga Bangladesh.

Menurut Imran, saat di Bangladesh mereka dijumpai oleh agen dengan ditawarkan bekerja di Malaysia dengan syarat membayar biaya sebesar 300.000 dhaka atau sekira Rp45 juta.

Dari Bagladesh mereka menuju Indonesia dengan menumpang pesawat menuju bandara Soekarno Hatta (Soetta), selanjutnya menggunakan jalur darat untuk sampai di Medan.

Setelah itu mereka dikumpulkan di satu rumah di Medan dan diberangkatkan lagi menuju Batubara dan kemudian diberangkatkan lagi naik kapal motor (kapal laut) menuju Malaysia. (CR-1/pojoksumut)



loading...

Feeds

Aura Kasih Ngaku Gak Kuat Jalani LDR

Pojoksumut.com, Jakarta- Siapa sih yang mau jauh-jauh dari sang kekasih? Menjalani hubungan jarak jauh alias LDR (long distance relationship) dengan …