Dokter Burhan yang Tewas di Italia Dikenal Sebagai Figur Berjiwa Sosial Tinggi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Meninggalnya Dokter Medan, Burhan Samin dengan sangat tragis usai tertimpa mobil di kapal feri milik perusahaan GNV Atlas rute Napoli-Palermo, Italia, membuat rasa kehilangan terdalam bagi keluarga juga teman dekatnya.

Apalagi, Dokter Burhan dikenal sebagai figur yang baik hingga dijuluki sebagai Dokter Sosial. Inilah yang dirasakan Halim Loe, Ketua Dewan Penasehat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Medan.

Menurutnya, Dokter Burhan sangat peduli dengan sesama dan selalu aktif dalam berbagai kegiatan sosial tidak hanya di komunitasnya, tapi juga di tempat kerjanya.

Dokter Burhan, tercatat sebagai Dewan Pembina Yayasan Sosial Angsapura juga sebagai penasehat PSMTI Medan periode 2015-2019 dan dosen di Universitas Sumatera Utara (USU) serta Universitas Methodist Indonesia (UMI).

Baca Juga : Insiden Tewasnya Dokter Burhan di Italia, Ini Tanggapan IDI Medan

Halim terakhir kali bertemu dengan Burhan, 1 Mei 2018 lalu, saat mengadakan bakti sosial di Kabupaten Karo yang terdampak Sinabung. Saat itu, Burhan masuk dalam tim dokter yang mengobati para pengungsi.

“Beliau itu berjiwa sosial tinggi, paling rajin. Dia juga ramah, periang dan lucu. Orang yang saya hormati karena sifatnya juga mengayomi dan menjadi penyambung serta mampu menjembatani junior dengan para senior,” ujarnya kepada Pojoksumut.com, Selasa (19/6/2018) siang.

Halim mengaku tahu kabar meninggalnya Dokter Burhan dari grup Whatsapp sejak Senin pagi. Dari informasi yang diterimanya, Dokter Halim pergi bertiga bersama istri dan putranya yang juga seorang dokter. Mereka berangkat murni ingin menikmati liburan panjang. Saat kejadian hanya Dokter Burhan yang mengalami kecelakaan, sementara istri dan putranya dalam kondisi selamat.

Dokter Burhan (dua dari depan baju biru)

“Beliau sudah seperti dokter keluarga saya. Dia itu pribadi yang sangat baik, kalau ada orang susah berobat dikasih gratis. Bahkan ke saya dia selalu kasih diskon, katanya enggak mungkin saya dikasih gratis karena mampu, namun dia bilang ini adalah dukungan untuk sesama aktivis sosial,” jelas Ketua Marga Loe Sumatera Utara ini.

Dokter Burhan memiliki tempat praktek di Jalan Wahidin Nomor 201, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area. “Tidak hanya baik kepada teman, tapi juga tetangganya. Kami sungguh sangat kehilangan beliau,” ungkapnya.

Dokter Burhan rencananya akan disemayamkan di Angsapura. “Kemungkinan besar pasti di Angsapura. Tapi saat ini kita belum tahu kapan jenazah akan tiba di Medan,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds