Penumpang Sudah Panik, tapi Disuruh Diam oleh Petugas Kapal

KM Sinar Bangun.
Foto : Facebook Josdiwanto Bombit

KM Sinar Bangun. Foto : Facebook Josdiwanto Bombit

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun menjadi menjadi pukulan telak bagi Sumatera Utara di tengah proses penilaian Danau Toba agar masuk dalam UNESCO Global Geopark Network (UGGN).

 

Banyak fakta miris yang terungkap, satu diantaranya kapal tujuan Simanindo-Tigaras itu mengangkut penumpang lebih dari muatan moda transportasi air itu yang seharusnya.

 

Saat ini Basarnas dan gabungan terus berusaha mencari korban yang datanya juga simpang siur. Dari puluhan hingga mencapai 200-an.

 

Ada 18 penumpang selamat pada hari pertama tenggelamnya kapal dievakuasi. Kemudian tiga awak kapal ditemukan selamat kemarin. Hingga kini sudah 3 korban meninggal.

 

Dari satu yang selamat adalah pemuda bernama Sanri Sianturi. Dalam pengakuannya,dia sudah mulai merasa ada yang aneh saat menaiki kapal. Dia pun memilih mengambil pelampung yang ada hanya beberapa di kapal. Namun, urung digunakannya saat teman-temannya merasa Sanri terlalu ketakutan.

 

Namun, kapal tiba-tiba mulai terasa oleng ke kanan.

 

Namun, dia heran saat para penumpang tenang. Ternyata penumpang sudah panik namun disuruh diam oleh petugas yang ada di kapal.

 

Sanri pun tak bisa berbuat banyak saat kapal terbalik bersamaan dengan banyaknya sepeda motor. Pelampung pun tak lagi tahu ada dimana.

 

Beruntung, dia masih bisa selamat lewat pegangan helm yanh berserakan di lokasi. Simak pengakuannya di video yang diunggah Humas Pemprov Sumut berikut,

 

https://youtu.be/NhYskAPLEEo

(nin/pojoksumut)



loading...

Feeds