Tragedi KM Sinar Bangun, Selain Nakhoda, Oknum Dishub Juga Ditetapkan Tersangka

Tim Basarnas membawa jenazah korban KM Sinar Bangun, beberapa waktu lalu. Saat ini, posisi tenggelamnya kapal  dan barang-barang penumpang dikabarkan sudah ditemukan.

Foto : Twitter/Sutopo Purwo Nugroho

Tim Basarnas membawa jenazah korban KM Sinar Bangun, beberapa waktu lalu. Saat ini, posisi tenggelamnya kapal dan barang-barang penumpang dikabarkan sudah ditemukan. Foto : Twitter/Sutopo Purwo Nugroho

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Polda Sumatera Utara telah menetapkan oknum aparatur sipil negara dari Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai tersangka dalam tragedi tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun.

Penetapan status hukum oknum Dishub ini menyusul sebelumnya nahkoda kapal.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, ASN Dishub dinilai telah melakukan kelalaian.

Namun, belum dijelaskan oknum Dishub mana yang ikut tersandung dalam kasus itu, apakah Sumut, Kabupaten Samosir atau Simalungun.

“Sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Besok (Senin) akan dirilis oleh Kapolda Sumut langsung. Jadi biar Kapolda saja yang sampaikan,” ujar MP Nainggolan, Minggu (24/6/2018).

Ia menambahkan, hingga hari ini para korban yang hilang belum ada lagi ditemukan.

“Belum ada lagi korban ditemukan sementara ini,” tukas dia.

Sebelumnya nahkoda KM Sinar Bangun berinisial SS ditetapkan sebagai tersangka. “Nahkoda inisial SS sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (22/6/2018).

Sementara itu, SS dalam wawancara di televisi swasta yang disiarkan Minggu (24/6/2018) malam menjelaskan selama ini memang tidak pernah ada aturan soal berapa banyak penumpang dalam kapal. “Itu tergantung masing-masing nakhoda,” ujarnya.

Dia juga mengungkap, pada saat hari nahas itu, tidak ada pemberitahuan soal cuaca buruk di sekitar Perairan Danau Toba. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds