DVI Polda Sumut Terima 125 Data Antemortem Korban KM Sinar Bangun

Kapolda Sumut dalam paparan penetapan  tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Mapolda Sumut, beberapa waktu lalu.

Kapolda Sumut dalam paparan penetapan tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Mapolda Sumut, beberapa waktu lalu.

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara (Sumut‎) tengah mengumpul data antemortem (data fisik sebelum meninggal) korban Kapal Motor Sinar Bangun, yang tenggelam di perairan Danau Toba.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, sejauh ini sebanyak 125 orang penumpang data antemortem yang sudah terkumpul. Selanjutnya, akan disesuaikan dengan data masyarakat yang melapor ke Posko Terpadu KM Sinar Bangun di Tigaras, Kabupaten Simalungun.

“Berdasarkan data antemortem yang sudah masuk ke tim DVI, terdapat 125 korban yang sudah terdata dari 199 laporan kehilangan,” ungkap Paulus dalam keterangan persnya di Mapolda Sumut, Senin (25/6/2018).

Paulus menjelaskan, data awal yang diterima 28 orang dilaporkan hilang. Kemudian, dilakukan penelitian data menjadi 199 orang, yang sesuai dengan laporan dari masyarakat.

“Ada duplikasi dari 280 menjadi 199 orang yang telah terklarifikasi,” ‎ucapnya.

Jendral polisi bintang dua ini menyebutkan, data antemortem korban dikumpulkan dari kerabatnya. Ada yang menyerahkan biodata, ijazah, kartu keluarga, foto, serta memberitahukan ciri-cirinya.

“Di mana-mana datanya, kami kejar dan datangi. Polsek setempat kami perintahkan mencarinya. Keluarga harus ada kepastian agar hak-haknya dapat diterima,” tegas Paulus.

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara (Sumut‎) tengah mengumpul data antemortem (data fisik sebelum meninggal) korban Kapal Motor Sinar Bangun, yang tenggelam di perairan Danau Toba.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, sejauh ini sebanyak 125 orang penumpang data antemortem yang sudah terkumpul. Selanjutnya, akan disesuaikan dengan data masyarakat yang melapor ke Posko Terpadu KM Sinar Bangun di Tigaras, Kabupaten Simalungun.

“Berdasarkan data antemortem yang sudah masuk ke tim DVI, terdapat 125 korban yang sudah terdata dari 199 laporan kehilangan,” ungkap Paulus dalam keterangan persnya di Mapolda Sumut, Senin (25/6/2018).

Paulus menjelaskan, data awal yang diterima 28 orang dilaporkan hilang. Kemudian, dilakukan penelitian data menjadi 199 orang, yang sesuai dengan laporan dari masyarakat.

“Ada duplikasi dari 280 menjadi 199 orang yang telah terklarifikasi,” ‎ucapnya.

Jendral polisi bintang dua ini menyebutkan, data antemortem korban dikumpulkan dari kerabatnya. Ada yang menyerahkan biodata, ijazah, kartu keluarga, foto, serta memberitahukan ciri-cirinya.

“Di mana-mana datanya, kami kejar dan datangi. Polsek setempat kami perintahkan mencarinya. Keluarga harus ada kepastian agar hak-haknya dapat diterima,” tegas Paulus.

Ia meminta agar semua pihak yang memiliki data mengenai para korban dapat menyerahkannya ke petugas DVI yang ada di Posko. Misalnya ada foto-foto selfie dengan korban. Sebab, hal itu akan sangat membantu.

“Kita kan terus melakukan pendataan dan mencocokan identitas korban yang menjadi penumpang Kapal Motor Sinar Bangun,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, dari ratusan ‎korban masih dinyatakan hilang. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 22 orang korban. Diantaranya, 19 korban dalam keadaan selamat dan 3 orang meninggal dunia. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

Aura Kasih Ngaku Gak Kuat Jalani LDR

Pojoksumut.com, Jakarta- Siapa sih yang mau jauh-jauh dari sang kekasih? Menjalani hubungan jarak jauh alias LDR (long distance relationship) dengan …