Erdogan Kembali Terpilih Pimpin Turki

Erdogan 
Foto : Deutsche Welle

Erdogan Foto : Deutsche Welle

POJOKSUMUT.com, RAKYAT Turki kembali memilih Recep Tayyip Erdogan sebagai presiden unutk kali kedua. Dia keluar sebagai pemenang pemilihan presiden yang berlangsung kemarin, Minggu (24/6/2018).

Dilansir CNN, Senin (25/6), penyelenggara pemilu belum mengumumkan hasil resmi. Namun, dengan 97,7 suara telah dihitung, Erdogan sudah tak terkejar lagi oleh kandidat lainnya.

“Sisa suara yang belum dihitung tak mungkin mengubah hasil,” ujar Kepala Dewan Pemilu Agung Turki Sadi Guven.

Kantor berita milik negara, Anadolu sebelumnya telah mengabarkan bahwa Erdogan meraih 52,7 persen suara.

Erdogan pun sudah mendeklarasikan diri sebagai pemenang jauh sebelum ada pernyataan dari penyelenggara pemilu. Dia juga mengklaim bahwa koalisi partai pendukungnya telah memenangkan pemilihan legislatif dan dipastikan menguasai parlemen periode mendatang.

“Bangsa kita telah memberikan mandat kepresidenan kepada saya,” ujar Erdogan dalam pidato kemenangannya di Istanbul.

“Saya ingin memberi selamat kepada segenap bangsa. Ini adalah ujian demokrasi, dan kita semua telah melewatinya dengan sukses,” lanjut dia.

Kemenangan ini sangat berarti bagi Erdogan. Bukan cuma berhasil mempertahankan jabatan presiden, kekuasaannya juga makin besar dari sebelumnya.

Ini dikarenakan, sejak tahun lalu sistem pemerintahan Turki telah resmi berubah dari parlementer menjadi presidensial. Perubahan tersebut dirancang oleh Erdogan sendiri dan disahkan melalui referendum.

Ia berbicara kepada kerumunan pendukungnya yang bersorak-sorai. Bendera-bendera Turki berkibar dari atas sebuah bus di kota terbesar di negara itu, Istanbul.

“Saya bersyukur kepada Tuhan karena menunjukkan kepada kita hari yang indah ini,” ujar warga Turki, Ahmet Dindarol, 35 tahun.

Pria itu bergabung dalam perayaan di depan markas Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Istanbul. “Kami memilih Recep Tayyip Erdogan sebagai presiden eksekutif pertama Turki. Kami berdoa sangat banyak untuknya,” kata Dindarol.

Pesaing kuat Erdogan, Muharrem Ince dari Partai Rakyat Republik (CHP) hanya meraih 30,8 persen suara. Lalu diikuti oleh Selahattin Demirtas dari Partai Rakyat Demokrat (HDP) dengan 8,1 persen suara, dan diikuti Partai Kebaikan (IYI) dengan 7,4 persen suara.

Ketiga partai oposisi besar menuduh ada pihak yang memanipulasi hasil pilpres. Namun Erdogan menolak tudingan tersebut.

“Saya berharap tidak ada yang akan mencoba membayangi hasil pilpres dan membahayakan demokrasi untuk menyembunyikan kegagalan mereka sendiri,” kata Erdogan dalam pidatonya.

Lebih dari 56 juta pemilih memenuhi syarat untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan, yang diajukan oleh lebih dari 18 bulan oleh parlemen yang dikuasai Partai AK pada bulan April. Pemungutan suara itu menandai pertama kalinya pemilih Turki memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden dan parlemen secara bersamaan, sejalan dengan perubahan konstitusi yang disetujui dalam referendum tahun lalu yang akan mengubah sistem parlemen negara itu menjadi presiden eksekutif.

Sistem baru diatur untuk menyerahkan kekuasaan eksekutif kepada presiden. Serta menghapuskan kementerian utama dan menghapus peran pengawasan parlemen. Artinya, otoritas Erdogan sebagai presiden terpilih menjadi semakin kuat.

(dill/ina/jpnn/jpc/JPG)



loading...

Feeds