Parah! Gara-gara Ini, Dua Aktivis Tanjungbalai Diancam Culik dan Bakar Rumah

Nazmi Hidayat Sinaga bersama Syafrizal Manurung (baju hitam) saat memberikan keterangan.
Foto : Taufik/pojoksumut

Nazmi Hidayat Sinaga bersama Syafrizal Manurung (baju hitam) saat memberikan keterangan. Foto : Taufik/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, DUA aktivis Kota Tanjungbalai mendapat ancaman dari oknum yang diduga membekingi pemilik salah satu hotel  di Jalan Jendral Sudirman KM 7 Kota Tanjungbalai.

Kejadian ini menimpa Syafrizal Manurung (aktivis yang juga Ketua Koma Pena), warga Jalan Anggrek, Lingkungan VIII Kelurahan Sirantau Kacamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai, Kamis (5/7/2018) sekira pukul 03.10 WIB.

Syafrizal menjelaskan sebelum empat pria datang ke rumahnya, ternyata temannya Ahmad Dhairobi juga diancam lebih dahulu. Ancaman ini diduga berhubungan dengan aksi demo yang bakal dilakukan LSM ke Hotel Suranta.

Hari ini, Kamis (5/7/2018), demo sejatinya juga digelar di Mapolres Tanjungbalai mendesak menindakan tempat hiburan malam di Tanjungbalai yang tidak menjalankan usahanya sesuai aturan. Aksi dilakukan Gerakan Pemberantasan Korupsi RI (GPK-RI) dan Aktivitis Nelayan Jayantara (ANJ)

“Sebelum preman itu datang ke rumah saya, sekitar pukur 02.51 WIB, terlebih dahulu mereka menghubungi Ahmad Dhairobi (Ketua GPK-RI), melalui selularnya dan mengancam akan menculiknya (Robi), apabila aksi demo dilakukan besok harinya,” kata Rizal.

“Baru setelah itu mereka datang ke rumah saya sekitar pukul 03.10 WIB. Menggetuk pintu dan jendela kaca rumah, namun saya tidak membukakan pintu, karena bukan jam bertamu. tetapi saya mengetahui siapa yang datang karena mereka menyebutkan nama,” tambahnya.

“Kesal karena tidak saya ladeni, salah seorang dari preman itu mengatakan akan membakar rumah saya. Atas kejadian ini anak saya yang berusia empat tahun lebih terkejut dan trauma,” tukas Rizal.

Keduanya sudah melaporkan kasus ini ke Mapolres Tanjungbalai. “Tadi kami sudah laporan dan diterima. Namun, karena kami melapor atas nama lembaga ada administrasi yang harus dilengkapi. Besok akan kami antar. Kami berharap kasus bisa ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Sementara itu, rekan korban, Nazmi Hidayat Sinaga, Ketua Aktivis Nelayan Jayantara (ANJ) mengecam ulah oknum preman tersebut. “Karena ini bukan negara bar-bar, ini negara hukum. Aksi unjuk rasa yang dilakukan rekan-rekan dilindungi oleh undang-undang Nomor 9 Tahun 1998. Untuk itu kami minta Kapolres memproses kasus ini,” ungkapnya. (CR-1/pojoksumut)



loading...

Feeds