Senin Depan, Penyidik Polda Sumut Periksa Kadishub Samosir Terkait KM Sinar Bangun

Kapolda Sumut dalam paparan penetapan  tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Mapolda Sumut, beberapa waktu lalu.

Kapolda Sumut dalam paparan penetapan tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Mapolda Sumut, beberapa waktu lalu.

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Setelah menetapkan status hukum Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir, Nurdin Siahaan sebagai tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, penyidik Polda Sumatera Utara menjadwalkan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

Dijadwalkan, Nurdin diperiksa pada pekan depan. “Kadishub Samosir kita rencanakan untuk diperiksa pada hari Senin, 9 Juli mendatang,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Kamis (5/7/2018).

Sementara, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menuturkan, penetapan status tersangka atas pertimbangan penyidik gabungan karena yang bersangkutan merupakan pihak berwenang di kawasan Danau Toba. Sehingga, tenggelamnya KM Sinar Bangun dianggap menjadi kelalaian tersangka.

“Pertimbangan tersangka ya karena kewenangannya, sistem pengawasan yang tidak baik sehingga ada unsur-unsur yang dikenakan sebagai tersangka,” beber Tatan.

Dengan penetapan Kadishub Samosir Nurdin Siagian sebagai tersangka, total tersangka tenggelamnya KM Sinar Bangun menjadi lima orang.

Sebelumnya, penyidik gabungan dari Polda Sumatera Utara dan Polres Samosir serta Ditpolair Polda Sumut telah menetapkan empat orang tersangka, yakni nahkoda kapal dan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN).

Keempat tersangka masing-masing Poltak Soritua Sagala (nahkoda), Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F Putra, Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds