Duh! Jurnalis Medan Diteror, Miliki Video Diduga Pejabat Main Judi

Jurnalis yang menerima ancaman.
Foto : ist

Jurnalis yang menerima ancaman. Foto : ist

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Seorang jurnalis Medan  diteror, setelah memiliki video penggerebekan permainan judi diduga penjabat Wali Kota Padangsidimpuan, SH, bersama para koleganya di salah satu hotel berbintang di Kota Medan.

Bentuk teror tersebut, dialami oleh  Arief Tampubolon, salah satu pimpinan redaksi media online drberita.com. Kaca mobilnya dipecahkan saat dia pulang ke rumahnya, pada Kamis (5/7/2018) dini hari lalu.

“Malam itu saya pulang setelah membeli susu anak saya. Teror pemecahan kaca itu terjadi di Jalan Datuk Kabu, Medan,” kata Arief, Senin (9/7/2018).

Arief mengatakan, pelaku berboncengan dengan sepeda motor matic. Saat melintas, pelaku langsung menghempaskan batu besar ke arah kaca depan bagian kanan. Akibatnya kaca itu pecah. Arief langsung menghentikan laju mobilnya. Dia sempat bertanya kepada orang di sekitar apakah mengenal pelaku.

“Mereka bilang tadi pelakunya sempat mutar. Artinya saya memang sudah diikuti,” ujarnya.

Kejadian itu sudah dilaporkan ke polisi. Arief semakin curiga teror itu lantaran video diduga pejabat Sumut yang digrebek sedang bermain judi di kamar hotel pada 20 Mei lalu.

Arief menceritakan, video itu memang didapatnya dari seseorang yang dirahasiakan identitasnya. Sebagai jurnalis, Arief lalu melakukan investigasi.

“Saya sudah mencoba mengkonfirmasi SH, saya coba telpon, nomor yang bersangkutan tidak ada yang aktif,” katanya.

Setelah itu,  Arief mulai dihubungi banyak orang yang diduga merupakan kolega dari SH. Tidak sedikit yang menawarkan sejumlah uang kepadanya. Arief bilang dia menolak uang itu. Lantaran dia diminta untuk tidak memviralkan video itu.

“Karena memang cuma saya yang punya video itu. Selama menjadi jurnalis dan menginfestigasi kasus. Jujur saya tidak pernah terima deal uang dalam kasus apapun. Tetap saya posisi meminta barang mahal. Hal itu dilakukan agar mustahil untuk diberikan oleh oknum yang akan melakukan suap,” katanya.

Arief berharap agar penegak hukum bisa menemukan pelaku yang melakukan teror. Bahakn dia mendesak olisi agar mengusut kasus dugaan teror yang di dapatnya.

“Saya meminta Mabes Polri untuk menangkap pelaku penyerangan. Kedua saya meminta Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw untuk menahan enam pemain judi yang ditangkap yang digrebek di salah satu Hotel di Kota Medan,” tukasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds